Obyek Wisata Air Terjun Bajuin

Desa Sungai Bakar Kec.Bajuin Kab.Tanah Laut (10 Km dari kota Pelaihari)

Obyek Wisata Pantai Takisung

Desa Takisung Kec.Takisung Kab.Tanah Laut (22 Km dari kota Pelaihari)

Obyek Wisata Pantai Batakan

Desa Batakan Kec.Panyipatan Kab.Tanah Laut (40 Km dari kota Pelaihari)

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 September 2010

Keajaiban Haji : Haji “Talqin”

Haji midun terkenal bukan saja karena kaya raya, tapi juga dikenal banyak orang karena sering menentang kegiatan tahlil di kampungnya, dia berdalih bahwa acara tahlilan selepas kematian seseorang adalah perbuatan bid’ah dan sesat, bukan hanya itu , pembacaan talqin juga bid’ah, makanya wajar dia dibenci orang sekampung, karena dikampung itu masih kental dengan tahlilan dan talqin.

Haji midun mempunyai anak-anak yang juga sukses, hampir semuanya merantau dan menetap kota, tak ada yang ikut dengan haji midun.

Alkisah, haji midun sakit keras dan akhirnya meninggal dunia, kesibukan segera terjadi di rumahnya, anak-anaknya semua hadir, prosesi pelaksanaan kewajiban terhadap mayit pun dilaksanakan, dari mulai memandikan, mengkafani, mensholatkan, tinggal satu lagi yaitu pemakaman, singkat cerita, jenazah haji midun dipikul ke pemakaman keluarga.

Ditengah-tengah prosesi itu, tiba-tiba anak haji idun yang tertua meminta kepada salah satu ustadz untuk membacakan talqin, sontak si ustadz kaget, dalam hatinya dia berkta ” bagaimana mau dibacakan talqin, lha wong semasa hidup saja sangat keras menentangnya”, akhirnya dengan berat hati dia menolak, sambil berbisik kepada salah satu anaknya perihal alasannya.

” Saudara-saudara sekalian, kami mohon kepada siapa pun yang bisa membaca talqin, kami mohon kesediaannya untuk membacakan talqin kepada ayah kami ” salah satu anak haji midun setengah memohon sambil menyapu segenap hadirin para pelayat, namun tak satu pun yang bersedia.

” bagaimana ini juragan, apa langsung di kubur saja? Tanya penggali kubur, dia agak gusar, karena seharusnya pekerjaannya sudah selesai, tapi karena menunggu orang yang mau membacakan talqin, pekerjaannya jadi tertunda beberapa saat.

” iya silahkan, tapi saya tidak akan beranjak dari sini sebelum jenazah ayah dibacakan talqin” anak haji midun mencoba menekan warga tanpa sadar ditengah kebingungannya.

Tanpa disangka-sangka, setelah prosesi pemakaman selesai, majulah seseorang, dilihat dari wajahnya, kira-kira umurnya 50-an tahun, ternyata dia adalah de roji, seorang marbot masjid dikampung itu. Dia bersedia membacakan talqin untuk jenazah haji midun.

Selesai sudah prosesi pemakaman, selepas acara itu, anak-anak haji midun berkumpul di rumah haji midun, mereka mengundang de roji, mereka sepakat, akan memberikan bisyaroh ( hadiah ) buat de roji atas kesediaannya membacakan talqin.

” de roji, sebelumnya atas nama keluarga saya mengucapkan terima kasih atas ketulusan de roji, kami akan memberikan hadiah buat de roji, tapi kami tidak tahu harus memberi apa? Kalau boleh tahu, kira-kira apa yang de roji inginkan didunia ini yang belum terlaksana? ”

De roji sejenak tertegun, seakan dia membuka-buka lembaran-lembaran keinginan-keingan dalam hidupnya, tentu saja banyak hal yang ingin dicapai tapi gagal karena kemampuan yang terbatas, ” hmmmmmm….. anu juragan…. Sebelumnya saya minta maaf, kalau bisa saya ingin berhaji juragan” de roji berkata agak gemetar, mungkin dia takut, kalau-kalau dia salah ucap.

” Alhamdulillah !!! de roji, tahun ini juga de roji beserta istri naik haji dengan ONH plus, kami yang tanggung semua biaya.

De roji spontan sujud syukur……………

Itulah salah satu keajaiban-keajaiban haji, bila panggilan haji tiba ada saja cara-cara untuk sampai ke makkah.

Santri Badung VS Kiyai Jenius

Pada sebuah majlis pengajian Aqiidah, tiba- tiba salah seorang murid yang terkenal badung, bandel, tapi pinter mengajukan sebuah pertanyaan yang membuat semua santri terperangah dan gerah:

“Pak kiyai, bolehkah aku bertanya?”

“Tentu saja boleh, apa pertanyaanmu?”

“Begini pak kiyai, saya ada 3 (tiga) pertanyaan, mohon penjelasannya”:

1. Setan itu diciptakan dari api, nah kalau nanti dia masuk neraka, dia akan keenakan dong, karena api cocok bertemu dengan api. Pasti setan nggak akan sengsara di neraka.

2. Apakah sebenarnya hakekat takdir itu?

3. Apakah yang dilakukan Allah saat ini?

Para santri lain agak kaget atas ulah temannya yang terkenal bandel itu.

Namun pak kiyai berkata dengan penuh kesabaran terhadap pertanyaan yang agak berbau kurang ajar itu, seraya berkata:

“Baiklah, aku akan berikan satu jawaban saja untuk menjawab tiga pertanyaan kamu itu sekaligus. Bolehkan?”.

“Silahkan pak kiyai”.

Maka secara tiba- tiba sang kiyai bangkit dan menampar wajah sang murid.

Perbuatan sang kiyai itu sungguh tidak diduga oleh sang santri, juga para murid yang lainnya. Maka serentak proteslah dia:

“Lho, kok kiyai marah? Jangan marah dong kiyai, saya bertanya kan karena memang belum mengerti tentang suatu masalah? Kata pak kiyai kalau belum tahu tentang masalah harus berani bertanya?”

Pak kiyai menjelaskan:

“Tamparan itu kulakukan bukan karena aku marah, tapi itulah jawaban saya!”

“Maksudnya?” sang murid pun bertanya sambil terbengong- bengong.

“Begini: pipi kamu itu dibuat dari apa?”

“Daging pak kiyai”

“Kalau tangan saya?”

“Juga daging pak kiyai”.

“Sakit nggak saya tampar?”

“Sakit pak kiyai”

“Jadi daging ditampar pakai daging juga sakit kan? Begitu juga: Api ditampar pakai api juga akan sakit. Benar tidak? Jadi setan yang dari api, nanti tatkala disiksa pakai api, diapun akan menderita dan sengsara luar biasa”

Masuk akal juga, kata sang santri. Sekarang dia mulai memahami tindakan kiyainya yang jenius itu.

“Tentang masalah takdir, pernahkah terpikir olehmu atau olehku bahwa aku akan menampar wajahmu beberapa saat sebelum kejadian?”

“Nggak pernah terpikir pak kiyai”.

“Itulah hakekat takdir. Semuanya adalah hak prerogratif Allah. Tidak ada seorangpun yang yang tahu tentang apa yang sebenarnya akan terjadi secara pasti sebentar lagi, besok atau waktu yang akan datang, karena itu adalah rahasia Allah. Kita yakin bahwa manusia dan semua makhluq sudah di INSTALL dan di PROGRAM oleh Allah. Nah kewajiban kita sebagai manusia adalah BERUSAHA dan BERIKHTIYAR seraya BERDO’A, seraya meyakini bahwa sukses dan gagal itu adalah berjalan sesuai takdir Ilahi. Maka saat ia sukses ia tak akan sombong, dan pada saat gagal, ia tak akan pernah berputus asa untuk bangkit lagi”.

“Yang ketiga kiyai?” Sekarang sang murid menunggu penuh antusias terhadap penjelasan kiyainya.

“Tentang pertanyaanmu : Allah sekarang sedang apa, ya.. itu, Allah sedang mengatur dan memegang ubun- ubun setiap makhluk ciptaan Nya agar mereka selalu berada dalam rencana takdirnya yang azaly. Buktinya kamu diatur oleh Allah mengajukan pertanyaan seperti itu agar aku dapat menamparmu sesuai takdir Nnya. Dan kamu pun melakukan itu semua sesuai Qodar Nya, akupun menampar kamu sesuai dengan rencana Nya. Paham?”

“Paham pak kiyai….terimakasih”.

Dasar kiyai jenius, wong menampar orang kok malah dapat ucapan terimakasih. Opo tumon?

Pengajian pun kemudian ditutup. Para santripun malam itu kemudian pulang ke pemondokannya masing- masing dengan hati puas seraya makin kagum pada kedalaman ilmu kiyainy

Nasib Wanita Shalihah Ditangan Suami Berandalan

Tiga hari yang lalu penulis menghadiri acara haul kyai sepuh dipesantren dimana penulis pernah belajar dulu. Sengaja penulis datang lebih awal, karena acaranya pagi hari, penulis datang malam hari dengan maksud agar bisa bertemu dengan sahabat-sahabat santri. Perbincangan hangat pun segera berlangsung, dari hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran di pesantren sampai masalah-masalah waqi’ah (yang sedang terjadi).

Ada satu pertanyaan yang menarik, ditanyakan kepada penulis oleh seorang santri,

” Kang … kenapa ya seorang laki-laki sholih kadang beristerikan wanita yang tidak tahu ilmu agama, malah kadang terkesan laki-laki tersebut dikuasainya”? tanya seorang santri dengan wajah serius

” Kadang sebaliknya kang, wanita shalihah bersuamikan laki-laki brengsek ” seorang temannya menimpali.

Agak kaget campur bingung juga penulis menjawab pertanyaan ini, maklum yang nanya santri, harus disertai dalil, minimal harus ada rujukan kitabnya.

“Hmmm…..Itulah sunnatullah ! semua yang dijadikan Alloh pasti mempunyai maksud dan tujuan yang baik. termasuk kisah sepasang suami isteri yang berlawanan dalam segi keilmuan dan akhlaqnya”

” Coba diingat-ingat kisah Asiyah binti Muzahim isteri fir’aun”

Baiklah biar tidak bingung, inilah kisah lengkapnya :

Asiyah binti Muzahim merupakan salah satu diantara wanita-wanita pilihan yang pernah terukir dalam bingkai sejarah. Dia istri Fir’aun, seorang raja Mesir di zaman Nabi Musa. Saat bersama Fir’aun, Asiyah tidak dikaruniai seorang anak pun. Fir’aun sangat mencintainya karena kecantikan dan kematangan akhlaknya. Telah berapa banyak cobaan dan tantangan yang harus dihadapinya dengan penuh kesabaran. Bahkan, berbagai kesulitan mampu dirubah menjadi kemudahan, sehingga Asiyah dikenal sebagai rahmat, bagi masyarakat di zaman Fir’aun yang penuh dengan kelicikan dan lalim.

Pada masa yang seperti itulah muncul peristiwa yang akan menentukan sejarah hidup Nabi Musa selanjutnya. Disebutkan dalam sejarah kenabian, ketika Asiyah duduk-duduk di taman yang indah nan luas, dihiasi dengan aliran sungai mempesona. Dia melihat sebuah peti mengambang. Perlahan-lahan peti itu semakin mendekat sehingga Asiyah menyuruh para pembantunya untuk mengambil dan mengeluarkan isi peti tersebut. Ketika dibuka, ternyata di dalamnya terdapat seorang bayi mungil, elok dan rupawan. Maka, muncullah perasaan kasih sayang dalam diri Asiyah. Allah mengaruniakan cinta dan kasih sayang terhadap bayi tersebut melalui Asiyah. Tak pelak lagi, Asiyah memerintahkan agar bayi itu dibawa ke istana dengan bertekad memelihara dan mangasuhnya.

Ketika mendengar berita tersebut, Fir’aun hendak membunuhnya, karena dia melihat mimpi yang selama ini menghantuinya tentang seorang anak yang kelak menghancurkannya. Para dukun dan ahli nujum dihadirkan dari seluruh pelosok negara. Mimpinya pun diceritakan kepada mereka, sehingga ia diperingatkan agar hati-hati dengan kelahiran seorang bayi yang akan menjadi penyebab kehancuran kerajaannya. Akhirnya, semua bayi laki-laki Bani Israel yang lahir diperintahkan agar dibunuh, kecuali bayi yang diasuh Asiyah. Fir’aun pun luluh dengan bujukan Asiyah ketika ia berkata: “Kita tidak mempunyai keturunan anak laki-laki, maka jangan bunuh anak ini. Semoga ada manfaatnya untuk kita atau kita jadikan dia sebagai anak kandung kita”. Fir’aun menyetujui dan menyarankan agar anak itu dididik sedemikian rupa. Asiyah memberi nama Musa terhadap anak tersebut dan mendidiknya hingga dewasa dalam istana Fir’aun. Dan kisah tentang ini tidak asing lagi bagi kita.

Kelak, Asiyah merupakan salah seorang yang mempercayai Musa. Ketika Fir’aun mengetahui hal tersebut, tiba-tiba rasa cintanya berubah menjadi kemarahan dan permusuhan. Asiyah tidak mengindahkannya karena dirinya tahu bahwa kebenaran bersamanya. Dan dia pun tahu bahwa Musa as adalah utusan Allah yang kebenarannya tidak dapat dihalangi oleh tantangan dan ancaman yang datangnnya dari siapa saja. Hingga meninggal dunia, hari-hari akhirnya Asiyah hanya dipenuhi dengan dzikir kepada Allah seraya mengucapkan:

“Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya”

Allah telah mengabulkan do’anya, bahkan dalam sebuah hadis Nabi saw disebutkan bahwa Asiyah termasuk diantara wanita-wanita yang mulia, diriwayatkan: “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Khadijah, Fatimah, Maryam puteri Imron dan Asiyah istri Fir’aun”.

Seorang wanita shalihah andai bersuamikan laki-laki bengal dan urakan atau berakhlaq buruk, jika dia memang tidak bisa melepaskan diri darinya(tidak mampu meminta cerai) karena alasan-alasan yang tergolong dharurat, lalu dia bersabar dan menjaga dengan baik iman,ibadah dan akhlaqnya, Insya Alloh akan menjadi Asiyah-asiyah masa kini.

Kisah Sarjana Mencari Kerja

Konon di tahun 2020 perekonomian akan benar-benar dikuasai oleh orang-orang bule(kapitalis). jangankan perusahaan-perusahaan,atau pasar saham, kaki lima pun diembat juga. nantinya tak ada lagi mang jajang yang keliling komplek mendorong grobak sayurnya, tak ada lagi uda wendra yang mempersilahakn pengunjung warung padangnya.semua dikuasai bule,tukang ojek bule,tukang sayur bule,penjaga toilet di terminal-terminal pun bule semua.

pekerjaan bagi penduduk pribumi pada saat itu menjadi barang yang mustahil dan langka, kalau dulu jaman penjajahan kolonial belanda,meskipun kebanyakan orang tidak mengenyam pendidikan, tapi masih beruntung, mereka masih bisa menjadi buruh, petani,nelayan dan peternak.

jaman 2020 sungguh lebih mengenaskan, dimana sarjana berjuta-juta lahir tiap tahun, tapi lapangan pekerjaan sudah tidak ada, dan pada saat itulah ada sebuah cerita,marilah kita simak bersama.

pagi itu seorang laki-laki muda yang sudah 1 tahun diwisuda, tergopoh-gopoh berjalan menenteng tas butut hitam,isinya bisa ditebak,segala ijasah dan surat-surat untuk melamar kerja.

sudah hampir 1 tahun dia mencari pekerjaan,tapi selalu ditolak karena ” TIDAK ADA LOWONGAN ” karena hari sudah siang,dia berhenti disebuah pohon dipinggir kali yang airnya hitam pekat, dilihatnya seorang kakek sedang memancing .dia pun menghampiri……..

” kek….lagi mancing ya? ” basa-basi sebagai pembuka dialog.
” kagak gue lagi mau bunuh orang ” tiba-tiba si kakek menjawab dengan suara agak kesal
” maaf kek…..apa kagak salah tuh “?
” sudah tau pakai nanya !….
” maaf kek,,,,,maaf,,,,,suda dapet berapa ekor kek?
” ekor lu,,,,soak…..lihat tuh ember cuma cacing doang isinya” kakek tua menunjuk ke arah ember yang hanya tinggal separoh
” wah pantesan kakek ini bawaannya sewot,,,,belum dapat apa-apa….heheehehehe….” batin si sarjana

” sudah dapat kerja?” si kakek gantian bertanya
” belum kek ” singkat saja si sarjana ngejawabnya
” sampai sepatu loo…mengelupas sol-nya juga kagak bakalan dapet ntu yang namanya kerjaan”
” emang kenapa kek?”
” begimana mau dapat kerja,kalau cuma modal kertas doang,kalau mau dapat kerja harus punya ini,,,,,,fulus,,,,,fulus,,,,bukan bulus,,,,,”
” ntu masalahnya kek, boro-boro buat sogok sana-sini buat makan sehari-hari saja susah ”

” emang berapa anak loo?” si kakek mulai pasang muka serius
” baru 6 kek”
” bujug bunengggggg !!!! enam loo kate baru? sekate-kate lo…ya?” si kakek nampak heran
” KB dong ! KB ! begimana kagak susah,kerja kagak anaknya enam ” si kakek nampak gusar
” begini kek…..boro-boro buat suntik KB,buat makan aja susah,KB kan harus bayar juga,mending buat beli beras, makanya sudah 1 bulan ini aye kagak berani deketin isteri,apalagi tidur berdua” si sarjana mencoba menerangkan sambil pasang wajah melas

” makanya ane bilang tadi baru enam,tau sampai kapan kuat nahan godaan isteri,kalau kagak kuaat ya terpaksa bakal punya adik tuh si otong”

“udeh,,,,,,udeh,,,,jangan diterusin,,,,,mendingan loo pergi ke Kebun binatang,,,,” belum kelar si kakek berkata-kata, si sarjana memotong dengan wajah merah : ” kakek,,,,emang saya binatang? pakai disuruh ke BONBIN segala?”

” eittt…..tunggu dulu,,,,amarah aja loo gedein,maksud kakek loo pergi nyari kerja kesana, bilang disuruh engkong sanip,kali aja memo gue masih berlaku sama ntu bule yang nguasai bonbin,pasalnya ntu bonbin pan dilebarin,rumah gua ,gua jual,sedikit-sedikit bule-bule disana kenal ama engkong” si kakek menerangkan

” begitu ya ? ok dech….aye cabut dulu langsung ke TKP ” si sarjana langsung ngeloyor dengan cepat

Dengan semangat 45 si sarjana bergegas menuju kebun bintang yg ditunjuk si kakek, singkat cerita si sarjana melamar pekerjaan sambil memperlihatkan memo dari si kakek

” wadow….sudah tidak ada lowongan pak” jawab si satpam yang bule abisss
dengan wajah melas dan kaki lemas si sarjana membalikkan badan berniat mau pulang,tapi tiba-tiba dari dalam muncul bule yang lainnya,yang ini nampak keren, dengan blangkon dikepalanya, dia memanggil si sarjana

” mas….mas mrene sik,,,,to,,,,ojo kesusu,,,,njadum-njadum ndisek kene karo ngopi ” (translite ndiri)
agaknya si bule berbaik hati nih…..
” begini,,,,mase kan lagi nyari kerja, disini memang sudah tidak ada lowongan, tapi kalau amse mau,saya bisa tolong,tapi saya tidak memaksa lho ya? ” si bule mulai pasang perangkap

” terima kasih mister, saya siap bekerja apapun ” jawab si sarjana
” ok….ok….bgini mas, besok kan hari libur, pengunjung akan lebih banyak yang datang,dan mas tau? di bonbin ini yang paling favorit adalah atraksi monyet, ndilalah ( bule koq bisa ndilalah juga ya? monyet yang biasa atraksi lagi sakit, saya sebagai pengelola sedang membuka audisi monyet,kalau mas memenuhi syarat mas boleh mencoba mendaftar”

” apa boleh buat demi anak isteri jadi monyet,jadi monyet dah…..”
” syaratnya apa menir?”
” ini baca sendiri mas, syarat utamanya minimal S1,dan yang sudah mendaftar sekitar 2 juta orang lho,dari pria,wanita juga yang setengah pri,setengah wanita juga ada ” hari ini audisi terakhir

Singkat cerita,diterimalah si sarjana ini jadi pengganti monyet, yang tugasnya memainkan atraksi sesuai instruktur,

tibalah hari yang di nanti, karena si sarjana sudah dilatih dalam 1 minggu ini, dia pun pinter memainkan atraksi monyet, pada setiap tahapan atraksi dia lalui dengan cekatan, dan anehnya pengunjung tidak tahu kalau monyet yang di tontonnya itu sebenarnya manusia,

” Dan inilah atraksi pamungkas ” si MC meneriakkan programnya dengan lantang
si sarjana bingung,karena ini diluar skenario latihan, betapa kagetnya dia dari pintu belakangnya ada harimau buas dilepaskan begitu saja,sontak dia lari naik ke atas pohon dan tidak berani turun, harimau yang dibawah tetap menarik-narik kakinya,karena pohonnya tidak begitu tinggi,dan breeeeeeeeeeeettttttttttttttttttttt………… kostum monyetnya lepas,penonton pun kecewa,mereka marah karena telah ditipu oleh pengelola,mereka minta ganti rugi.

tragis nasib si sarjana,tapi tunggu dulu,tidak sampai disini saja,si sarjana akhirnya dipecat dan tidak mendapatkan gaji,apalagi pesangon.

nasib,nasib,,,,,,,

Senin, 27 September 2010

Kuasa Allah

Semua hal yang diberikan oleh Allah kepada kita, hanyalah titipan semata. Ia bisa kapan saja diminta kembali. Kita dititipi mata, telinga, dan semua pancaindera. Tetapi sesungguhnya hanya sedikit pengetahuan kita tentangnya. Besok kita masih dapat melihat atau sudah buta itu di luar jangkauan manusia. Segala bencana yang berkecamuk di Indonesia saat ini merupakan sebuah permintaan Tuhan kepada hambanya. Seakan-akan Tuhan berbicara kepada kita bahwa ‘kalau engkau tidak bisa menjalankan amanat titipanku, maka apa yang aku titipkan akan aku minta kembali.” Kalau pemerintah tidak bisa menjalankan amanahnya untuk menyejahterakan rakyat, maka Allah mengambil keputusan untuk meminta Rakyat Indonesia untuk segera menghadap sang pencipta.

Menyadari semua yang melekat pada diri kita hanya semata titipan maka kita tidak layak untuk sobong, karena sesungguhnya segala kebaikan yang kita perbuat adalah perbuatan Allah. Semua pancaindera yang menjadi penggerak amal shalih hak ciptanya ada pada Allah. Kita hanya mempunyai hak pakai, itupun akan dipertanggungjawabkan dan dihisab di akherat. Tetapi kebanyakan manusia lalai, kebanyakan manusia tidak berfikir tentang kediriannya dan eksistensinya.

Mengapa kebanyakan manusia berbuat dzalim dan sesat? Scenario Tuhan terhadap kehidupan ini memang penuh rahasia. Bagaimana tidak rahasia, kalau daya nalar kadang jadi bingung memahami hidup dan kehidupan ini. Tuhan dalam al-Qur’annya selalu memperingatkan manusia agar ia tetap teguh menjalankan perintah, dan menjauhi semua jenis kemungkaran, tetapi mengapa juga Allah bikin setan untuk menggoda manusia? Hidup memang dagelan yang harus dijalani dan scenario teatrikal pentas yang penuh rahasia. Mungkin itulah rahasia Allah yang sedikit demi sedikit dapat kita pahami, kalau kita dengan keteguhan hati mau melacak kebenaran dan terus mencarinya.

Setan

Setan tak usah kau menggodaku

Karena tanpa digoda aku selalu berbuat dosa

Setan tak usah kau merayuku

Tanpa rayumu akupun sudah terjerumus ke lembah nista

Tak usah kau bersemayam dalam hidupku

Karena aku mampu membikin setan-setan

Bahkan manusia Indonesia sekarang

Telah menjadi setan

Tak usah engkau membujukku

Karena aku sendiri setan

Bahkan perbuatanku melebihi setan

Kalau iblis masih menauhidkan Allah

Banyak kali aku menyekutukanNya.

Mungkin kalau aku mampu melihat setan

Setan akan takut padaku

Bukan karena rupaku

Tetapi karena perbuatanku

Laksana perbuatan setan murakab

Iblis kuadrat

Hatiku telah menjadi setan

Sehingga semua wujudku tak lain setan

Semoga walaupun aku setan

Aku masih mau bersujud atas perintah Allah

Walau aku seringkali menyekutukanMu

Semoga dalam setiap sisi waktu

Aku mampu dan mau mewakafkan yang aku punyai

Untuk orang lain dan untuk kepentingan mereka

Tentunya dengan ridlo dan rahmatmu ya Allah.

Cara gampang menentukan Qiblat sholat

Oleh: KH.Khaeruddin Khasbullah

Akhir- akhir ini kita sering mendengar melalui beberapa media, bahwa banyak mesjid di Indonesia ternyata Qiblatnya melenceng jauh dari arah yang seharusnya. Dari Jakarta baru- baru ini dilaporkan juga bahwa banyak ketua DKM mesjid di DKI yang meminta agar mesjid mereka diperiksa kembali arah Qiblatnya karena khawatir setelah membaca beberapa informasi diatas. Ternyata memang benar, mesjid- mesjid itu banyak yang dibangun hanya mengarah KE BARAT, bukan ke Qiblat. Padahal kita tahu bahwa MENGHADAP QIBLAT (Ainan kaana atau jihatan) adalah merupakan salah satu SYARAT SAH sholat. Artinya sholat kita tidak memenuhi syarat bila ternyata menghadap kearah Qiblat yang salah dengan ngawur. Lebih menyedihkan lagi ternyata juga banyak jenazah kita yang dikuburkan asal menghadap kebarat, karena tukang gali kuburnya tidak tahu menentukan arah penggalian yang benar agar si mayat nanti dapat dikubur dalam keadaan menghadap Qiblat. Padahal dalam kitab- kitab fikih Jumhur Ulama’ menyatakan bahwa kaum muslimin yang meninggal dunia harus dikuburkan dengan menghadap ke arah Qiblat, bahkan mereka harus menggali kembali kuburan saudaranya yang telah wafat bila diyakini mayat saudaranya tersebut tidak menghadap Qiblat dengan benar, dengan catatan jazadnya belum rusak.

Oleh karena hal- hal tersebut diatas itu penulis merasa berkewajiban untuk menyampaikan suatu cara mudah menentukan arah Qiblat agar mudah dimengerti oleh mereka yang tidak memahami matematika atau trigonometri. Cara ini dilakukan dengan ber – asumsi bahwa bumi ini dianggap datar, bukan bola yang mengalami pemampatan dikedua kutub- kutubnya. Berlaku untuk kota/ daerah yang berada pada > 40 Bujur Timur – 220 Bujur Timur, seperti kota- kota di Indonesia.

Langkah- langkah pengerjaan:

1. Cari dulu Titik lintang dan Bujur kota anda dari daftar Lintang atau Bujur yang banyak tersedia. Bila Lintang suatu kota berada diutara Katulistiwa, bernilai PLUS, bila diselatan Katulistiwa bernilai MINUS.

Diketahui dari daftar:

1

2. Ambil kertas MILIMETER BLOK (Kertas bergaris- kotak- kotak kecil) seperti contoh dibawah:

3. Buat GARIS MENDATAR E (East/ Timur) èW (West/ Barat) ditengah- tengah kertas. Lihat gambar:

4. Buat TITIK MEKAH di ATAS GARIS KATULISTIWA sebanyak 21.41 kotaK, sesuai letak Lintang MEKAH. Tandai dengan huruf M.

5. Tentukan selisih Bujur Mekah – Pekalongan = 69˚.52′ = 69.86. Buat tiktik 69.86 ke samping KANAN (ke TIMUR) dari titik Bujur Kota MEKAH. Itulah letak bujur kota Pekalongan yang letaknya 69.52 derajat ditimur Mekah.

6. Buatlah titik Pekalongan, di BAWAH GARIS Katulistiwa (karena lintang selatan), sebanyak 6.88 kotak. Tandai dengan huruf P

7. Tariklah garis dari titik P ke titik M. Itulah garis sudut Qiblat Pekalongan ke Mekah

2

Cara pakai:

1. Letakkan kertas tersebut dilantai yang datar.

2. Letakkan Kompas diatas kertas. Putar- putar kompas agar jarum menunjuk utara selatan benar.

3. Geser- geser kertas agar garis tegaknya SEGARIS dengan arah utara selatan Kompas. Hati- hati Kompasnya juga ikut tergeser.

4. Arah Qiblat sholat rumah anda adalah sesuai garis sudut P=→ M

Penjelasan hitungan

Lihat gambar:

33

Gambar sederhana tersebut walau tidak sangat teliti, sudah dapat diamalkan untuk menentukan arah Qiblat kita. Bila di banding dengan Qibla Locator(di internet), koreksi +/- 2 derajat.

Sehingga SUDUT QIBLAT di Pekalongan kira- kira seperti ini, yakni 90°/ 4 = 22°.30′

4

Sesuai Piwulang Syekh H.Ahmad Rifa’I – 150 tahun yang lalu:

” YOIKU ANTARANE BARAT TEPAT LAN BARAT LAUT, TENGAH BENER”

“Yaitu antara arah barat tepat dan barat laut, tepat setengahnya”

SELAMAT MENCOBA !!!

Memanusiakan Iblis

Jenis maksiat yang pertama kali diperkenalkan ke peradaban alam adalah penyakit takabur. Masih ingat dalam ingatan kita, ketika Iblis menolak untuk bersujud kepada Adam. Beliau menolak dengan alasan, karena iblis diciptakan dari Api dan Adam dari tanah. Setidaknya Iblis mempunyai beberapa tahap kesalahan: pertama, ia salah berfikir karena mengunggulkan api daripada tanah. Padahal api mempunyai kelebihan dan keunggulannya sendiri yang tidak dipunyai tanah, dan tanah juga mempunyai kelebihan yang unik, tak mungkin dimiliki api. Tanah dan api diberikan kelebihan masing-masing oleh Allah. Bahkan keduanya saling melengkapi. Tanah bisa dibikin menjadi celengan, genteng, bata, juga karena atas bantuan api.

Kedua, iblis dianggap sebagai senior dari para malaikat. Beberapa keterangan menunjukkan bahwa Iblis diklaim sebagai hamba yang paling lama bersujud kepada Allah. Bisa dikatakan juga bahwa iblis “berjenis kelamin” malaikat. Argumentasi pendapat ini bersandar pada ayat yang memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam. Dalam ayat tersebut tidak ada kata perintah yang ditujukan kepada Iblis, tetapi perintah sujud hanya untuk malaikat-malaikat, maka bisa dikatakan bahwa Iblis itu sebangsa malaikat, tetapi karena hilang karakter malaikatnya yang tidak membangkang terhadap segala perintah, dan mengerjakan segala perintah dari Tuhannya, maka bisa dikatakan bahwa iblis jenis malaikat yang lain, bisa juga dijuluki sebagai malaikat iblis. Untuk memudahkan penyebutan, dan supaya tidak tercampur logika ketundukan malaikat dengan pembangkangan iblis, maka makhluk lain lebih enjoy untuk memakai nick name Iblis.

Ibarat manusia yang kehilangan rasa malu, dan telanjang sambil berteriak lari-lari di tengah jalan akan dijuluki wong edan, dia sudah ketambahan laqob edan, gendeng, kentir, miring, stess, dll. karena sifat dasar manusianya sudah hilang, yakni: rasa malu. Ibarat kambing yang berkokok, ayam yang mengembik, maka kambing bisa dikatakan “kambing ayam” atau “ayam kambing”. Demikian juga dengan malaikat pembangkang, sudah seharusnya ketambahan julukan Iblis, Idajil, Yajuj wa Ma’juj.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa Iblis merupakan makhluk penyeimbang, karena tanpa aktor iblis, tak mungkin diciptakan sorga dan neraka, karenalah pula manusia bisa menikmati sorga. Alasannya karena manusia bisa bertahan menjadi mukhlasin, sehingga ia tak tersentuh oleh iblis, dan para mukhlasin mendapat kemewahan fasilitas sorga.

Dalam pemahaman saya yang dangkal, mungkin seandainya ia makhluk, maka ia termasuk makhluk yang dijadikan aktor paling sengsara dalam scenario semua penciptaan alam. Beliau sepanjang sejarah yang saya tahu hanya melakukan satu pelanggaran, menolak untuk bersujud kepada Adam, tapi tiada maaf baginya sampai hari pembalasan. Ia juga oleh manusia sering dikambinghitamkan, perbuatan mungkar dan keji yang dilakukan bani Adam sering dituduhkan karena disebabkan atas bujuk rayu makhluk misterius ini.

Bisa dibandingkan dengan kemudahan manusia, yang diberikan sangat luas dispensasi taubat oleh Allah SWT. Sehingga manusia dengan enteng mengulang-ulang kesalahannya, karena keamanan hati mengingat masih ada kesempatan untuk kembali bertobat. Iblis tak diberikan kesempatan untuk tobat, setidaknya itu yang saya ketahui.

Mungkin scenario awal drama penciptaan semua makhluk berawal dari sedikitnya dispensasi taubat. Adam melakukan satu pelanggaran, langsung saja beliau dipersilahkan untuk keluar dari surga untuk mendiami bumi bersama istrinya Hawa. Sebagaimana iblis yang melakukan pelanggaran langsung di blacklist sebagai makhluk pembangkang yang kelak menjadi penduduk neraka.

Selain Iblis mengalami kesesatan berfikir yang menganggap api lebih unggul dibanding tanah. Penolakannya terhadap perintah sujud jelas menunjukkan sifat sombong, karena alasannya menggunggulkan dirinya dan merendahkan Adam.

Walaupun ada beberapa orang yang menganggap bahwa Iblis adalah makhluk yang paling tauhid (tauhid sejati), karena dalam dialog tersirat Tuhan dengan Iblis, Iblis mengatakan: “aku menolak untuk bersujud kepada Adam, karena Adam tidak pantas untuk disujudi, satu-satunya Tuhan yang pantas disujudi hanya engkau ya…Tuhanku.”

Kalau pembelaan itu memang benar, maka bisa dikatakan bahwa, ketakaburan Iblis itulah yang melanggar Ketauhidannya kepada Allah. Karena dia telah memakai pakaian Allah. Takabur itu pakaian Allah dan satu-satunya yang seharusnya memakai adalah Allah, makhluknya tidak pantas untuk memakai pakaian takabur itu. Maka tak heran apabila hadis Nabi mengatakan bahwa “tidak akan masuk sorga orang yang dihatinya masih bersemayam satu biji ketakaburan,” dalam kata lain: percuma kita syahadat, shalat, puasa, kalau dihati kita, di perilaku kita, diucapan kita masih berlumuran kesombongan-kesombongan.

Maka tak heran juga ketika suatu waktu Rasulullah menyuruh perempuan Arab untuk menyudahi puasa karena ia telah melanggar muatan moral puasa. Pada bulan puasa, perempuan itu menghardik budaknya. Ia menganggap dirinya besar dibandingkan dengan budaknya yang jelata, sehingga dalam hatinya memantaskan diri kalau dia menghardik budaknya yang sejatinya bukan miliknya.

Dalam Itikhaf Sadatil Muttaqin dijelaskan bahwa orang sombong (mutakabir) adalah orang yang memandang segala sesuatu dengan pandangan merendahkan. Hanya dirinyalah yang dianggap sebagai sesuatu yang istimewa, yang agung. Ada dua sifat berlawanan yang dilakukan mutakabir, yakni mengagungkan sekaligus merendahkan. Iblis mengganggap besar dirinya dengan alasan karena bahan bakunya memakai api, sedangkan Adam memakai tanah. Iblis mengganggap tinggi api dan merendahkan tanah. Padahal tanah sebagai lambang tawadlu, sedangkan api lambang dari kemarahan (ghodzob). Siapa yang menggunggulkan kemarahan dan meninggalkan tawadlu maka bisa merusak iman. Dan marah termasuk pangkal dari kejelekan-kejelekan. Dalam salah satu ayat al-Qur’an juga diterangkan bahwa perilaku mukmin sejati itu diantaranya meerka yang bisa Manahan marah, dan yang gemar memaafkan kepada sesama.

Ada sesuatu yang dibanggakan dan dihargai yang menjadi penyebab sifat sombong. Kalau masyarakat menghargai harta, maka orang kaya akan dianggap mempunyai strata lebih tinggi dibandingkan dengan orang miskin. Itu kesepakatan masyarakat yang tak tertulis, tetapi berlaku. Maka tak heran kalau seringkali dalam musyawarah desa, orang miskin sering mengeluh bahwa pendapatnya dalam rembug desa tak pernah dipakai, walaupun didengarkan, alasannya karena nanti yang akan membiayai pembangunan hasil musyawarah rembug desa adalah orang-orang kaya. Jadi mereka yang miskin, hanya menjadi pelengkap dan penggembira musyawarah.

Melihat hal semacam itu, bisa dikatakan bahwa strata yang terbentuk dalam masyarakat berdasarkan kekayaan materi bisa menghasilkan kekerasan psikologis. Yakni, menganggap tiada orang-orang yang hadir di sekitar kita, tidak menganggap kehadiran orang-orang miskin (ora ngewongke), karena pendapat, pikirannya selalu dijadikan pendapat pelengkap, atau second opinion.

Kalau ilmu yang menjadi kebanggaan dan sesuatu yang berharga dalam masyarakat, maka orang berilmu juga berpotensi untuk sombong. Ia bisa berbangga hati atas kemahirannya, dan tak jarang sombong dengan ilmunya itu. Karena masyarakat menganggap orang pinter lebih unggul disbanding orang bodoh.

Pertemuan Nabi Musa dengan Khidilir juga diawali rasa ‘sombong’ Musa atas ilmu-ilmu yang dikuasainya. Ia mengaku paling pintar di antara hamba Allah, ketika salah seorang muridnya mengajukan pertanyaan “siapa hamba Allah yang paling luas ilmunya di dunia ini?” Maka Allah menegurnya, bahwa di atas langit masih ada langit, di atas orang yang berilmu masih ada orang yang lebih berilmu lagi. Allah menyuruh Musa untuk mencari hamba yang katanya lebih berilmu dibanding Musa. Musa bersama muridnya mencari hamba shaleh itu sampai ketemu di pertemuan dua lautan (majma’al bahrain).

Maka bisa dikatakan bahwa segala potensi kelebihan manusia dapat dibanggakan dan disombongkan. Maka sebenarnya, walaupun Iblis itu sebagai soko guru takabur, tetapi dia tidak berpengalaman untuk takabur. Ia hanya mengalami satu peristiwa menyombongkan diri, tetapi dia tidak berpengalaman berkali-kali, dan seandainya beliau sombong berkali-kali rasanya tak mungkin.

Manusia mempunyai banyak potensi, kelebihan untuk disombongkan, karena memang manusia pemburu harta, ilmu, jabatan, wanita, kenikmatan, dan segala keunggulan. Sedangkan iblis kan tak mempunyai harta, jabatan, kedudukan, status, kegantengan, bahkan beliau tak pernah memburunya. Jadi apa yang akan disombongkan iblis, setelah pengalaman sombongnya yang pertama. Iblis hanya mempunyai peluang untuk sombong sekali karena bahan baku penciptaannya dari api, setelah itu apa yang akan disombongkan iblis. Harta dia gak pernah cari, bagaimana mungkin mempunyai; wanita juga tak menggiurkan, karena dia tak berjenis kelamin, gak nafsu kali yee…jabatan apalagi, tak membuat ia ngiler, apalagi status, mungkin tak ada dalam kamus iblis.

Maka tak pantas apabila Iblis menggoda manusia untuk melakukan karupsi demi mengejar jabatan, karena iblis tak mempunyai pengetahuan tentang korupsi, dan tak mempunyai pengalaman tentang lezatnya jabatan. Yang pantas itu, manusia menggoda iblis, bukan iblis menggoda manusia, karena potensi, pengetahuan, pengalaman, untuk sombong manusia lebih complicated, lebih lengkap.

Seharusnya manusia yang mengiming-iming empuknya jabatan, lezatnya makanan, dan aduhainya sintal body wanita kepada iblis yang lugu terhadap itu semua. Karena tak pernah aku mendengar iblis nafsu makan (kemaruk); iblis ngesex dengan berbagai gaya di hotel; tak pernah terdengar tuh…., bahkan diinternet yang katanya gudangnya pornografi, tak search gak pernah ketemu iblis yang lagi uhuk; aku juga tak pernah sekedar mendengar iblis bersolek di salon untuk menggunggulkan ketampanan atau kecantikannya.

Iblis itu makhluk lugu, jadi tak mungkin ia menjadi penggoda manusia, lebih pantas kalau manusia menggoda iblis, karena dia lebih pintar, lebih pengalaman, dan lebih menyukai pertumpahan darah dan kehancuran dunia.

Wallahu Alaam

Saya Takut Menghadapi Malam Pertama

Menulis bukan pekerjaan sulit, tapi juga tidak semudah kita ngomong, apalagi kalau tulisan kita harus memenuhi kaidah-kaidah tulisan yang baik da benar, biar enak dibaca. dan ada satu lagi yang kadang hinggap dibenak penulis, bad mood.

Malam ini seperti biasanya setelah semua pekerjaan selesai, menyempatkan diri untuk menulis, ditengah-tengah mencari ide tulisan dari yahoo messenger muncul 1 jendela baru dari sahabat sebut saja namanya rahma.

rahma : assalamu’alaikum

hampa: wa’alaikumussalam

Setelah basa-basi sejenak rahma menuturkan problem yang sedang dihadapinya, kalau menurutku sich bukan maslah, tapi hanya ketakutan-ketakutan wajar

rahma : gini kang, waktu pernikahanku kan tinggal menghitung hari lagi, tapi aku benar-benar takut

hampa: apa yang kamu takuti?

rahma : MP alias malam pertama, kata orang sakitnya bukan main, aku jd ngeri membayangkannya

lama saya tidak balas, dalam hati saya bertanya-tanya, masih ada ya wanita yang takut menghadapi MP? apa dia benar-benar tidak tahu atau cuma pura-pura? entahlah, terlepas dari benar tidaknya, sudah seharusnya saya membantu meringankan kekwatiran yang sedang melandanya.

hampa: yeee … siapa bilang MP sakit? buktinya dari semua mantan pengantin baru tidak ada yang menyesal.

hampa: paling penyesalan mereka cuma bilang, tahu enak begini ngapain ga dari dulu ya?

rahma : idih sok tahu kamu kang

hampa: lho iyalah saya kan mantan pengantin baru … sudah percayalah, saya jamin ga ada rasa sakit itu

rahma : kalau misalkan nikahnya diundur lagi 1 tahun lagi dosa ga kang?

hampa: udah jangan bahas masalah mundur, maju aja, atau begini saja, kalau nnti omongan saya ga kebukti, saya siap dilempari sate

rahma : yeee … keenakan, dilemparin batu mau?

Singkat cerita dia pun siap untuk melangsungkan pernikahannya. Setelah itu dia tidak muncul lagi mengeluhkan kekwatirannya. saya simpulkan omongan saya terbukti.

Itulah hidup, kadang kita sudah niat ingin selalu berada di rel syari’at yang benar, setan selalu datang menggoda, dia merasuki hati dan pikiran kita, dihembuskan rasa was-was, kwatir dan ketakutan-ketakutan yang kadang tidak masuk akal. Hanya dengan pertolongan-Nya kita akan mampu menepis godaan itu.

Lika-Liku Laki-Laki Tak Laku-Laku

Setiap kita pasti mempunyai kisah, perjalanan hidup tentu akan menyisakan masa lalu. Disana ada lakon sedih,senang, mengharukan dan tak jarang berujung pada dilema yang tragis, orang bilang inilah proses untuk pendewasaan kita. Kalau ini dianggap proses pendewasaan mestinya kita harus belajar dari kejadian-kejadian yang kita alami yang sering disebut “pengalaman”, disebut pengalaman karena kita pernah mengalami. Tanpa proses pengambilan pelajaran dari peristiwa-peristiwa itu, kita hanya akan menambah daftar pengalaman semu kita semakin panjang. pengalaman itu lewat dikehidupan kita tanpa pernah kita bisa mendulang hikmah yang tersimpan didalamnya, jangan sampai kita akan bernasib seperti kambing yang melihat kereta api lewat, dia hanya melongo tanpa pernah tahu apa gerangan yang lewat tadi? boro-boro dia berpikir untuk mengambil manfaat dari kereta lewat tadi,misalnya menjual jasa penunggu perlintasan kereta yang tidak ada penghalangnya.

kali ini saya akan menyorot perjalanan anak manusia yang disebut “LELAKI”. Seperti pria-pria pada umumnya, mereka tumbuh dan berkembang dari lingkungan dan keluarga yang berbeda, pendidikannya pun lain-lain, perekonomian keluarga mempengaruhi pilihan sekolah bagi anak-anaknya. Waktu pun berjalan tanpa pernah menoleh untuk memberikan “Kesempatan kedua” untuk pria-pria kecil ini. mau tidak mau mereka akan tumbuh menjadi lelaki dewasa.

Gerbang kedewasaan (dalam hal ini dewasa menurut usia) telah terbuka bagi mereka, bersamaan dengan itu muncullah aneka macam problem, dari mulai masalah pekerjaan, dari sejak didalam kandungan pria-pria ini sudah dicekoki pemahaman, kalau ” Seorang lelaki adalah pemimpin” otomatis dia yang akan menanggung semua kebutuhan keluarganya. Maka tak heran banyak lelaki yang tidak mau lekas-lekas menikah sebelum mempunyai pekerjaan yang tetap dan menjanjikan.

Masalah kedua adalah jodoh, sejahat dan sejelek apapun perangai seorang lelaki kalau ditanya ” kamu mau cari calon istri yang bagaimana?” dia akan menjawab secara spontan dan hampir seragam ” saya akan mencari wanita yang shalihah(baik-baik), pengertian, menerima saya apa adanya dan tidak banyak menuntut”. wajarlah kalau kemudian lelaki-lelaki ini meskipun sudah malang-melintang didunia percintaan, berganti-ganti pasangan, akhirnya dia akan berpikir ulang ketika ditanya oleh orang tuanya ” Kapan kamu kawin lee?” Siapa calonmu lee?”. dalam dekapan selimut malam dia selalu terjaga, apabila terngiang pertanyaan orang tuanya. lalu terbayanglah semua wajah-wajah wanita-wanita yang pernah singgah dihatinya, si rini dengan senyumannya yang menawan, tapi mendadak hilang ketika mulutnya yang ternyata bawel dan banyak mengatur, berganti dengan si farihah yang santun dan penyayang, tapi nasibnya juga tidak berbeda dengan si rini, dia hilang tertelan kekurangannya. nasib wanita-wanita ini hampir sama, sebentar dipuja, tak selang seberapa lama sirna tertutup kabut kekurangannya.

hampir semua lelaki pernah alami masa-masa bingung ketika harus menetukan pilihan akhir. Tak terkecuali sahabat saya, haris namanya. Malam itu selepas sholat tarawih dia datang ke rumah, dengan wajah lesu, setelah saya persilahkan masuk dia langsung rebahan di balai diruang tamu.

” wah koq bermuram durja, ada apakah gerangan wahai mas OHO yang ganteng?” saya sering memanggilnya mas OHO, karena usianya sebanya denganku yang sudah melebihi kepala tiga, tapi masih ogah kawin.

” ternyata dia bukan jodohku” tiba-tiba dia berujar demikian, sambil menggaruk-garuk rambutnya yang sebenrnya tidak gatal

” sabar …. kadang sebelum bertemu dengan jodoh, kita bertemu dulu dengan yang bukan jodoh “ hiburku

” sampai kapan? ini sudah yang 11 kalinya “ mas joko mulai protes dengan pendapatku

” sampai kamu capek mencari yang sempurna “ saya pun terpancing mulai serius

” apa menurutmu aku ini play boy? aku juga sudah capek” tak mau kalah mas joko berkilah

” wanita yang ada dalam imajinasimu itu sulit ditemukan kawan “ saya mencoba mengingatkan

” bukan berarti tidak ada kan?” sergahnya

” ya,tapi apa kamu sanggup mencari dan menantikannya,sedang kamu tidak tahu siapa,dimana dia,dan kapan kalian akan dipertemukan?” saya mulai kesal juga

” saya akan terus mencarinya, saya takkan pernah lelah menunggunya “ gaya puitisnya mulai kumat

” dengan cara menyortir wanita-wanita itu? tahukah kamu sikapmu itu telah mematahkan hati wanita-wanita itu, belum cukupkah wanita yang engkau kecewakan?” sambil saya pandangi matanya

” hahahahahaha ……. itu sudah menjadi konsekwensi logis ” slengeannya mulai kambuh

” yo wislah kalau itu mau kamu, saya cuma mengingatkan, tak ada wanita sempurna didunia ini, kamu telah “teracuni” oleh kisah-kisah roman picisan, oleh lagu-lagu melo,oleh cerpen-cerpen yang tak pernah membumi, bukti kasih sayang seorang lelaki terhadap kekasihnya adalah penerimaannya atas segala kekurangannya, seorang lelaki sejati akan membimbing kekasihnya apabila dia belum sesuai dengan apa yang menurutnya benar.” kali ini aku takkan memberinya kesempatan menyela dulu

” pada hakikatnya wanita itu pada dasarnya sama, senang dengan perhiasan, rumah bagus,mobil mewah, tak peduli dia seorang ustadzah,dosen atau pun president sekali pun, yang membedakan adalah ada wanita yang sadar diri,dia sadar pendapatan suaminya,makanya dia menyesuaikan keinginan dengan kemampuannya. ada yang nggak sadar, jadinya suaminya bekerja seperti kuda, siang malam selalu dituntut. menurutku carilah wanita yang benar-benar mencintai dan menyayangimu, yang mengerti dan mau mengerti keadaanmu, yang mau menerima apa yang telah kamu usahakan untuknya. wajah cantik, pinter,kaya, itu hanya bonus, dapat ya syukur nggak ya nggak apa-apa, karena rumah tangga kita adalah, apa yang akan kita raih, bukan apa yang telah kita punyai.” saya menamatkan celotehan saya sampai disini.

” koq diam bro ……? “ ternyata dia tidur.begini … ni yang saya kurang demen, kalau sudah pusing pelariannya ngorok, disela-sela kesalku, aku menyelipkan do’a untuknya, semoga lekas sadar dan menerima jodoh tidak sempurnanya

Cinta Berselimut Taqwa

Kisah ini tentang masa muda Syaikh Sulaim As-Suyuthi yang terjadi di kota Damaskus, Syria, dimana Daulah Umawiyah menjadi ibu kota pada zaman itu. Di kota itu terdapatlah sebuah masjid besar yang diberi nama Masjid Jami’ At-Taubah. Masjid At-Taubah ini dibangun oleh seorang sultan pada abad ke-7, konon sebelumnya adalah tempat hiburan, tempat kemaksiatan. Syaikh tinggal di salah satu ruangan masjid itu hampir tujuh puluh tahun. Syaikh sangat termasyur dan dipercaya karena Kezuhudannya. Seringkali ia lewati hari-hari tanpa ada makanan sedikitpun ataupun sekeping uang untuk membeli makanan. Dalam kelaparan sering kali ia merasa kematiannya sudah dekat, tetapi ia menganggapnya sebagai ujian.

Suatu ketika ia menemui keadaan yang sedemikian gawat karena sudah berhari-hari ia tidak makan, demi mempertahankan hidup ia harus makan apa saja. Keadaan yang sangat darurat yang dalam ilmu fiqih sudah sampai batas diperbolehkan makan bangkai atau mencuri. Saat itu Sulaim memilih mencuri segenggam makanan. Menjelang Ashar ia keluar dari masjid, jika diluar masjid ada yang memberinya makan alhamdulillah. Jika tidak ia terpaksa harus mencuri. Masjid At-Taubah berada disekitar perkampungan yang rumahnya saling berdampingan satu dengan yang lainnya. Terpikir oleh Syaikh untuk melintas diatas rumah-rumah penduduk itu, kalau-kalau ada makanan yang dijemur di atas rumah.

Ia melihat sebuah rumah yang sedang kosong dan segera melangkah ke atap rumah itu, ia mencium bau masakan yang membuat air liurnya keluar. Dengan dua kali lompatan ia sudah berada di atap rumah tersebut dan segera menuju dapur, dilihatnya beberapa terong yang baru saja direbus. Karena rasa lapar yang tidak tertahankan lagi, ia langsung memakan terong itu tanpa peduli lagi panasnya makanan tadi. Namun ketika hendak menelannya, nuraninya mengusiknya. Ia berkata

Astaghfirullah, A’udzubillahi minasy syaithanir rajim…

” Aku mencuri? Aku mencuri?”

” Mana imanku? Mana imanku? Aku berlindung kepada Allah.”

” Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?”

” Aku seorang mu’azin di masjid, seorang penuntut ilmu, murid seorang ulama besar, tapi berani masuk ke Rumah orang lain dan mencuri?”

” Astaghfirullah… Ini tidak boleh terjadi.”

Ia langsung mengeluarkan semua terong yang sudah ia mamah dimulutnya, mengembalikan terong yang telah ia gigit. Airmatanya terbit, menyesali perbuatannya dan merasa telah melakukan dosa besar. Ia kembali ke masjid dan sepanjang jalan terus beristighfar.

Usai shalat Ashar ia duduk mengikuti dan mendengarkan pengajian sang Guru di masjid sambil terus memikirkan perbuatannya siang tadi. Usai pengajian dan semua orang telah pergi, tiba-tiba datang seorang wanita dengan memakai cadar muka menghampiri gurunya dan berkata kepada Gurunya dengan ucapan yang sama sekali tidak dapat ia dengar. Setelah itu Gurunya memanggilnya karena tidak ada orang lain lagi disekelilingnya dan bertanya,

” Apakah kamu telah menikah?”

” Belum jawabnya.” Guru betanya lagi,

” Apakah kamu ingin menikah?”

Ia terdiam, perutnya semakin melilit. Ia tidak memikirkan menikah, tetapi memikirkan nasib perutnya yang sudah sekian hari tidak kemasukan makanan. Kemudian guru mengulangi lagi pertanyaannya, dan Syaikh menjawab,

” Guru, Demi Allah, untuk membeli sekerat roti pun saya tidak mampu, bagaimana mungkin saya menikah?”.

Gurunya itu tersenyum lalu berkata,

” Wanita ini bercerita bahwa suaminya baru saja meninggal. Massa Iddahnya telah habis. Ia ingin mendapatkan suami lagi yang menikahinya sesuai Sunnah Rasulullah SAW, agar tidak sendirian lagi, sehingga menutup kesempatan mereka yang ingin berbuat jahat. Apakah kamu mau menikahinya?”

Syaikh menjawab, “Insya Allah saya mau.” Dan si wanita tadi pun menerima Syaikh sebagai suaminya.

Guru langsung menghadirkan dua orang saksi untuk melaksanakan akad nikah dan memberikan mahar untuk muridnya. Setelah itu sang wanita membawanya kerumahnya. Sesampainya di rumah sang wanita membuka cadarnya, Syaikh kaget karena isterinya itu sungguh sangat cantik. Wajah istrinya putih bersinar. Ia semakin kaget saat ini dia berada di rumah yang siang tadi ia masuki.

” Apakah Kanda sudah makan siang?” Tanya sang wanita.

Syaikh menjawab “belum”. Kemudian sang wanita mengajak Syaikh ke dapur untuk makan, namun saat membuka tutup panci betapa kagetnya sang wanita seraya berkata,

” Mengherankan! Siapa yang berani masuk rumah ini dan menggigit terong ini! Mungkin orang yang lancang ini tahu kalau aku janda sehingga berani nya ia masuk rumah ini!”

Mendengar hal itu, Syaikh menangis dan ia mulai menceritakan yang sesungguhnya terjadi. Ia minta maaf. Wanita itu pun menangis mendengar cerita suaminya. Dengan terisak ia berkata,

” Kau lulus ujian, Suamiku. Kamu menjaga dirimu dari perbuatan haram. Sebagai gantinya Allah memberikan terong ini semua bahkan pemiliknya dan seisi rumahnya secara halal”.

Sejak itu ia tinggal bersama isterinya yang cantik, salehah, cerdas. Dan dengan hartanya ia menuntut ilmu menjadi seorang Ulama Besar.

Di Bawah Naungan Cinta

Ibnu Hazm pernah jatuh cinta sebanyak tiga kali. Cintanya yang pertama ia tumpahkan kepada jariat (pembantunya) lalu menikahinya ketika Ibnu Hazm berusia di bawah 20 tahun.

Ketika isterinya yang lebih muda darinya itu meninggal dunia, ia larut dalam kesedihan dan menangis berbulan-bulan, walaupun seperti pengakuannya ia adalah orang yang sulit mencucurkan air mata.

Ia jatuh sakit sekian lama, bahkan kehilangan sebahagian ingatannya, walaupun kemudian sembuh.

“Demi Allah, hingga kini aku tidak pernah lagi merasa bahagia. Kehidupan setelah kepergiannya tidak nyaman lagi. Aku terus mengenangnya dan tidak lagi menemukan kesenangan dari selainnya.”

Sekali lagi, dengan demikian, Ibnu Hazm sendiri sibuk dalam cinta sepanjang hidupnya, sebagaimana ia disibukkan oleh ilmu-ilmu agama semacam fiqih (hukum Islam), tafsir, hadis dan teologi, bukan hanya perempuan sebagaimana tulisnya.

Ibnu Hazm menulis bahawa, “Cinta awalnya permainan dan akhirnya kesungguhan. Dia tidak dapat dilukiskan, tetapi harus dialami agar diketahui. Agama tidak menolaknya, syariat pun tidak melarangnya.”

“Ketika masih remaja, aku jatuh cinta kepada seorang gadis berambut pirang. Sejak itu aku tidak mengagumi gadis berambut hitam, meski pemiliknya berada di matahari atau sangat molek. Itu kecenderunganku sejak saat itu. Diriku tidak pernah mengagumi lagi kecuali rambut pirang. Itu pula kecenderungan ayahku.”

Kalimat di atas merupakan pengakuan filosof dan ulama besar dunia, Ibnu Hazm. Lewat karyanya yang berjudul Tauqul Hamamah (Di Bawah Naungan Cinta). Ibnu Hazm berhasil menjadikan dirinya sasterawan yang cukup disegani. Bukunya ini menjadi buku terlaris sepanjang abad pertengahan. Buku itu tidak hanya menarik bagi umat Islam, tetapi juga bagi kaum Nasrani di Eropa.

Padahal Ibnu Hazm dikenal sebagai salah satu ulama tersohor di abad pertengahan. Ayahnya dikenal sebagai salah seorang menteri pada zaman Khalifah al-Manshur.

Menurut penuturan Ibnu Hazm, cinta pertamanya bersemi ketika ia berusia 18 tahun. Sementara gadis pujaannya yang berambut pirang berumur 16 tahun. Gadis itu dikaguminya sampai habis. Ia mengatakan bahwa pujaannya itu seorang yang cantik, bertabiat baik, dan bertubuh sintal. Si gadis pun pandai bernyanyi dan memetik kecapi, yang menjadi kebiasaan kala itu.

Ibnu Hazm tergila-gila. Setiap hari selalu menanti gadis itu lewat di depan pintu rumahnya. Begitu gadis itu muncul, Ibnu Hazm langsung menguntitnya. Seperti kisah remaja pada umumnya, kisah cinta Ibnu Hazm penuh dengan romantika. Jika dikejar, si gadis berlalu dengan malu-malu dan rona wajahnya memerah. Tentang perilakunya yang terbuai itu Ibnu Hazm menulis, “Saya ingat benar bagaimana ketika saya selalu pergi ke ruangan tempat ia tinggal. Rasanya saya selalu ingin menuju pintu itu agar bisa dekat dengannya. Begitu ia melihat saya di dekat pintu, dengan gerakan lemah gemulai ia pergi ke tempat lain. Saya pun menguntitnya sampai ke pintu ruangan tempat ia berada.”

Ibnu Hazm, sebagaimana semua ulama dan agamawan, menyatakan bahawa cinta yang terbesar adalah cinta kepada Allah dan cinta antara sesama manusia yang dijalin kerana Allah swt. Cinta antara sesama manusia, antara lain cinta antara lawan jenis, jika terjalin kerana Allah, pasti diliputi oleh kesetiaan dan kesucian.

Ibnu Hazm al-Andalusi, seorang pakar hukum Islam menulis pengalaman peribadinya antara lain: “Seandainya bukan kerana keyakinan bahwa dunia ini adalah tempat ujian dan negeri kekeruhan, sedangkan syurga adalah tempat peroleh ganjaran, kita akan berkata bahawa hubungan harmonis antara kekasih merupakan kebahagiaan tanpa kekeruhan, kegembiraan tanpa kesedihan, kesempurnaan cinta dan puncak harapan.”

Selanjutnya, ulama besar itu berkata: “Aku telah merasakan kelazatan dengan aneka ragamnya. Aku juga telah meraih keberuntungan dengan segala macamnya. Tidaklah kedekatan kepada penguasa, tidak juga wujud setelah ketiadaan, atau kembali ke pangkuan setelah bepergian jauh, dan tidak juga rasa aman setelah mengalami rasa takut, atau perolehan harta yang dimanfaatkan, tidaklah semua itu, seindah hubungan harmonis/asmara dengan kekasih/lawan jenis kita.

Memandang Cinta

Menurut Ibnu Hazm, cinta itu sulit diuraikan. Tetapi pada orang yang jatuh cinta terdapat pertanda.

  1. Kecanduan memandang orang yang dikasihi.
  2. Segera menuju ke tempat kekasih berada, sengaja duduk di dekatnya dan mendekatinya.
  3. Gelisah dan gugup ketika ada seseorang yang mirip dengan orang yang dicintainya.
  4. Kesediaan untuk melakukan hal-hal yang sebelumya enggan dilakukannya

Adapun yang mencoreng cinta menurut Ibnu Hazm adalah berbuat maksiat dan mengumbar hawa nafsu.

Cinta Di Mata Seorang Ulama

Akan menghinalah mereka yang tak mengenal cinta
Sungguh cintamu padanya wajar adanya
Mereka kata, cinta buat kau gila
Padahal kau orang paling faham agama

Ku katakan pada mereka
Mengapa kalian iri padanya?
Jawabnya
Kerana ia mencinta dan dicintai pujaan jiwa

Bila masanya Muhammad mengharamkan cinta
Dan apakah ia menghina umatnya yang jatuh cinta
Janganlah kau berlagak mulia
Dengan menyebut cinta sebagai dosa

Janganlah kau pedulikan apa kata orang tentang cinta
Entah yang berkata keras atau halus biasa
Bukankah manusia harus menetapi pilihannya
Bukankah kata tersembunyi tak bererti diam seribu bahasa

Minggu, 26 September 2010

Makna Laa ilaaha illallah

Kalimat laailaaha illallah adalah bentuk kesaksian seorang muslim yang terformulasi dalam kalimat syahadat. Sebuah kalimat pendek namun esensial dalam kehidupan seorang muslim. kalimat yang menjadikannya masuk dalam komunitas muslim dan mengantarkannya kepada Allah dalam keadaan tunduk patuh kepadaNya. kalimat ini adalah ruh mkati dan hidupnya seorang muslim ( walatamuutunna illa waantum muslimun )

Menurut Muhammad Said Al Qathani (1994 :30-1 ), kalimat laailaaha illallahu mencakup beberapa pengertian.

a. Hanya Allah yang patut disembah ( La Ma’buda Illallah )

b. Hukum mutlak bersumber dariNya ( La Hukma Illallah )

c. Tiada penguasa mutlak kecuali Allah, Dia lah Rabb semesta alam, penguasa dan pengatur ( La Malika Illallah )

d. Tiada pencipta kecuali Allah ( La Kholiqo Illallah )

e. Tidak ada yang memberikan rizki selain Allah ( La Raziqo Illallah )

f. Tidak ada yang menghidupkan dan mematikan kecuali Allah

g. Tidak ada yang dapat mendatangkan kemanfaatan dan kemedharatan kecuali Allah

h. Tidak ada daya dan upaya kecuali Allah

i. Tidak bertawakal kecuali kepada Allah

j. Allah sebagai pusat orientasi dan kerinduannya.

Melihat pengertian Laailaaha illallah ini dapat dipahami bahwa seluruh pusat orientasi kehidupan seorang muslim adalah Allah. namun kesaksian yang benar dalam Islam tidak hanya terhenti pada pengucapan lisan dan pembenaran dalam hati, begitu juga tidak hanya memahami maknanya secara benar, tapi harus disertai dengan mengamalkan segala ketentuannya, baik secara lahiriyah maupun bathiniyyah. Dengan Laailaaha illallah seoarang muslim tidak hanya meniadakan sesembahan selain Allah semata. kalimat tauhid ini sekaligus mencakup loyalitas dan bersih diri ( Al wala’ wal bara’ ) serta negasi dan afirmasi ( Al Nafy wal itsbat ).

Konsep Al Wala’ dalam kalimat tauhid adalah aspek kepatuhan dan kesetiaan secara tulus ( loyal ) terhadap Allah, kitab, sunnah dan nabiNya, sedangkan al bara’ adalah bersih diri dari segala kendali thagut dan hukum jahiliyyah. Adapun An Nafiy ( peniadaan atau negasi ) bermakna meniadakan sesuatu yang menyaingi pengesaan kepada Allah, misalnya sesembahan perantara, tuan, tandingan dan thagut. dan Itsbat ( penetapan, afirmasi ) terhadap empat perkara yaitu tujuan akhir ( yang kita tuju adalah Allah ), kecintaan kepada Allah, takut dan berpengharapan kepadaNya (al Qathani, 1994:6-8 )

Wallahu a’lam

Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang yang tidak bahagia.

Tanpa membuang waktu, anak muda itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. ” Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak tua itu, sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini., untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak tua itu, kembali menaburkan segenggam garam, kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang, diaduk-aduk dan terciptalah riak air, mengusik ketenangan telaga itu. ” Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, pak tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”

“Segar.” Sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu tadi?“, tanya pak tua lagi. “Tidak, jawab si anak muda.

Dengan bijak, pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh dipinggir telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu sama, dan memang akan tetap sama.

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kegetiran dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak tua itu lalu kembali memberikan nasihat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar dari itu. Dan pak tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan ” segenggam garam” . untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

Tolong Jaga Mata Saya Baik-Baik !!!

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena dia buta. Dia membenci semua orang, kecuali pria kekasih tercintanya. Dia selalu ada untuknya. Gadis itu mengatakan kalau seandainya dia bisa melihat, maka dia akan menikahi pria kekasihnya itu.

Suatu hari, seseorang mendonasikan sepasang matanya untuknya agar dia bisa melihat segalanya, termasuk kekasihya itu. Kekasih prianya itu bertanya padanya, “karena sekarang kau sudah bisa melihat, apakah sekarang engkau mau menikahiku?”. Gadis itu shock dan kaget karena kekasihnya itu ternyata juga buta, dan dia menolak untuk menikahinya.

Pria itu pun pergi dengan berderai air mata, dan beberapa waktu kemudian dia menuliskan surat untuk gadis itu.
“TOLONG JAGA MATA SAYA BAIK-BAIK…..”

Beginilah manusia berubah ketika status mereka berubah. Hanya beberapa orang yang mengingat seperti apa hidupnya dahulu, dan siapa yang telah menemaninya pada saat-saat menderita.

Hati-Hati dengan Hati !

mungkin kau tidak akan pernah mengerti arti pedih, jika engkau belum pernah dikhianati. Kebahagiaan hanya bisa dirasakan oleh yang pernah sengsara, kesengsaraan cuma dirasakan orang yang pernah bahagia. Sedangkan orang yang sudah terbiasa dengan kepayahan, meski tiap hari didera kekurangan ia akan tegak melanjutkan hidup.

Aku bahagia berada diawal, walau tidak berada di akhirnya

Memiliki idealisme itu bagus,tapi jangan sampai itu menjadi hijab bagi penerimaan hati kita dengan keadaan dan kenyataan yang ada saat ini

Berusaha mencintai orang yang belum dikenal itu jauh lebih mudah, ketimbang harus membenci orang yang pernah kita sayangi

Hati selamanya akan senantiasa bergerak dinamis, ia akan terus berubah-ubah setiap waktu, maka tak ada jaminan bagi kelanggengan perasaan kita, saat ini boleh cinta,tapi diwaktu lain bisa saja membencinya setengah mati,atau pun sebaliknya. Berbahagialah orang yang tidak terjebak oleh cinta.

Ketika masih kecil,ingin cepat jadi orang dewasa, biar bebas tidak diatur oleh orang dewasa,bisa main kesan-kemari,dan akhirnya kawin dan punya anak,barulah terasa,betapa enaknya jadi anak kecil. Itulah manusia, selalu mengharapkan sesuatau yang bukan haknya.

Kejujuran Sang Pembohong

Sahabat Abu Hurairoh pernah diamanati oleh Rasululloh Saw untuk menjaga barang-barang zakat fithrah yang berupa gandum. Suatu malam seorang maling datang mengambil gandum sebanyak-banyaknya. Abu Hurairoh segera menangkapnya,” Kamu akan saya laporkan kepada Rasululloh.” Si pencuripun merajuk, mohon ampun. Ia mengaku sebagai orang miskin yang mencuri makanan,” Saya berjanji tak akan melakukannya lagi,” katanya.

Karna kasihan maka akhirnya Abu Hurairoh melepaskannya. Esok hari, ketika ia menghadap Rasululloh Saw, beliau sudah tahu apa yang terjadi tadi malam,” Abu Hurairoh, apa yang kamu lakukan terhadap orang yang kamu tangkap tadi malam ?” Beliau lalu menceritakan apa yang dialaminya.” Kamu di bohongi, wahai Abu Hurairoh. Lihat saja nanti malam, dia akan mencuri lagi.

Benar saja, dari pengintainya Abu Hurairoh melihat pencuri itu mengendap-endap dan mengambil gandum dari gudang,” Kali ini aku takkan melepaskanmu,” katanya pada diri sendiri. Lalu ditangkapnya orang itu,” Kamu akan saya laporkan kepada Rasululloh Saw.” Tapi sekali lagi pencuri itupun merayu dengan kata-kata yang menghiba dan lebih memelas lagi. Abu Hurairoh tersentuh dan melepaskannya lagi. Esok harinya Nabi kembali bersabda,” Ia telah membohongimu wahai Abu Hurairoh, nanti malam ia akan datang lagi.”

Pencuri itu benar-benar bandel. Seperti dikatakan Rasululloh Saw, dia mencuri lgi malam itu.” Tidak ada lagi ampun bagimu,” Kata Abu Hurairoh pada dirinya sendiri. Namun ketika ditangkap, sang pencuri mengeluarkan jurus lain.” Abu Hurairoh, maukah kamu saya ajari sesuatu yang jika kamu lakukan, Alloh akan memberikan manfaat kepadamu,” katanya. Karena para Sahabat Rasululloh Saw senang pada perbuatan yang bagus dan kebajikan, Abu Hurairoh balik bertanya, ” kalimat-kalimat apa itu ?”.

“Begini”, kata pencuri,” Bila kamu tidur bacalah ayat kursi sampai akhir. Nanti dengan kalimat itu Alloh akan menjagamu dari gangguan-gangguan setan”. Setelah mendapat pelajaran ini, Abu Hurairoh lalu melepaskan tangkapannya. Esoknya kembali lagi ke Rasululloh Saw. Beliau bertanya tentang tindakan Abu Hurairoh kepada sang pencuri.” Dia mengajariku tentang suatu kalimat yang ternyata adalah ayat kursi. Pencuri itu bilang, bila saya membaca ayat ini, maka Alloh akan menjagaku dari gangguan setan,” jawab Abu Hurairoh. Rasululloh Saw berkata,” Hai Abu Hurairoh, yang diucapkannya itu betul, meski pencuri itu pembohong.” Beliau lalu bertanya,” Taukah kamu siapa yang datang tadi malam dan malam-malam sebelum itu ? Abu hurairoh menjawab,” Tidak tau ya Rasululloh.” Nabi bersabda,” Dia itu setan.” ( Shahih Bukhori, III/88 Hadits Nomer 2311 )

Pelajaran apakah yang dapat anda ambil dari kisah itu ???

Cara Mudah Mengetahui Lailatul Qodar

Kapan lailatul qodar? Imam nawawi atau yang lainnya memilih pendapat yang menyatakan lailatul qodar itu berpindah-pindah, menurut al imam al-ghozali atau yang lainnya menyatakan : ” bahwa lailatul qodar itu bisa diketahui dengan melihat hari pertama dari bulan romadhon. Apabila awal romadhon ;

Ahad atau rabu _______ laitul qodarnya tanggal 29

Senin _______________ laitul qodarnya tanggal 21

Selasa atau jum’at______ laitul qodarnya tanggal 27

Kamis ______________ laitul qodarnya tanggal 25

Sabtu _______________ laitul qodarnya tanggal 23

Syaikh Abu al-Hasan : ” Mulai menginjak usia dewasa, aku belum pernah ketinggalan lailatul qodar dengan menggunakan kaidah ini.

Menyikapi Ujian Tuhan

Betapa banyaknya kenyataan-kenyataan didunia ini, kadang realita itu kehadirannya tidak kita harapkan. Sesuatu yang sudah kita rencanakan dengan matang kadang tidak mampu terwujud, justru yang tidak kita harapkan datang dengan gagahnya, seakan ia berkata ” inilah jatahmu nak ! terimalah daku dengan kedua tanganmu !”. jika sudah demikian, bermacamlah sikap kita dalam merespons tamu tak diundang ini.

Kecewa? Hampir bisa dipastikan, kadang bercampur juga dengan kebingungan, bimbang, lesu, dan yang paling berbahaya adalah putus asa.

Apakah ini wajar?

Sebagai manusia, tentu ini wajar. Dan saat-saat seperti inilah sebenarnya kita benar-benar diuji, seberapa pantas kita menyandang predikat “dewasa”. Tidak banyak orang yang mampu menyikapi masalah ini dengan arif dan bijaksana, tak jarang malah mencari “kambing hitam”,dengan menyalahkan sebab, situasi atau malah menyalahkan diri sendiri.

Yang harus di sadari

  • Setiap manusia akan diuji sesuai kadar kemampuannya, meski waktu ujian itu datang pertama kali kita merasa tidak sanggup menerimanya, tapi percayalah Alloh tidak mungkin menimpakan ujian diluar batas hambaNya.
  • Menerima fakta adalah modal awal untuk selanjutnnya menentukan arah penyelesaian, tanpa penerimaan, akan sulit menentukan solusinya. Ibarat orang sakit, ia akan mencari obat atau pergi menemui dokter, ketika dia merasa dan mengakui kalau ia sakit.
  • Konsisiten dengan langkah yang sudah kita mulai, kebanyakan dari kita akan surut ke belakang manakala ditimpa musibah, seseorang yang kena tipu,tidak akan banyak membantu jika hanya meratap setiap hari di dalam kamar tidurnya. Sebaliknya jika kita tetap tegar dengan menjalani aktifitas keseharian, pintu pertolongan terbuka lebar.
  • Kembali ke jalan-Nya, bisa jadi musibah adalah cara Alloh mengingatkan kita, kalau demikian,musibah akan segera berakhir, ketika kita menyadari kealpaan kita, dengan muhasabah dan taubat sebagai solusinya.
  • Do’a, satu hal ini tidak bisa kita acuhkan manfaatnya, bukan saja sebagai kekuatan dan dukungan spritual, tapi juga wujud penyerahan diri, pengakuan seorang hamba, bahwa dibalik setiap usaha, ada satu kekuatan yang Maha Menentukan, dialah Alloh Azza wa Jalla.

Apapun Wujudnya,Harus Disyukuri

Bersyukur Karena Sakit GG

Sekiranya kapan-kapan kita diberi sakit gigi, sehingga kadang malam malam harus begadang qiyamul lail karena sakitnya snut-snut sampai ke ubun-ubun, maka yang patut kita pikirkan adalah kebaikan Allah memberikan sakit gigi itu kepada kita. Kita harus selalu berbaik sangka kepada diri sendiri dan kepada Allah yang telah memberikan rasa sakit kepada kita.

Pertama yang kita khusnudzani adalah bahwa Allah sangat cinta kepada kita. Dia memberikan sakit gigi, karena Allah tidak mau kita terlalu banyak makan. Sakit gigi semacam peringatan dan teguran yang ampuh tentang pembatasan perut agar tak menjadi kuburan binatang terus menerus. Karena manusia adalah binatang pemamah biak, maka binatang dan segala hal yang diklaim halal langsung digiling mulutnya untuk dikubur di perutnya.

Padahal halal dan haram juga kaitannya dengan cara kita makan. Kalau kita makan berlebihan, maka kita bisa dikatakan sebagai golongan musrifin (orang-orang yang berlebihan) yang tidak dicintai oleh Allah. Anugerah Allah berupa sakit gigi adalah bentuk ekspresi cintaNya kepada kita. Kita selalu dicintainya, karena terhindar dari memperturutkan cita rasa mulut dan selera abdul butun.

Allah mencintaimu dengan memberikan sakit gigi dengan alasan, Allah cinta dengan kesehatanmu. Hawa nafsu mulut yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan penumpukan lemak yang mempunyai turunan penyakit yang sangat banyak. Lemak bisa menyempitkan jalannya oksigen ke otak, sehingga bisa jadi tanpa disadari kita sedang diintai strok yang mengancam umur panjang kita.

Orang yang kebanyakan makan biasanya malas bekerja, laksana ular yang habis menelan babi. Pada bulan Ramadhan aku selalu merasakan bergairah dalam jumpalitan shalat tarawih saat perut ini tidak terlalu penuh terisi. Kita bisa merasakannya. Kalau rasa malas diperturutkan, maka aktivitas yang paling mengasyikkan adalah tidur. Rasa malas dan tidur adalah ivestasi keterpurukan masa depan kita di ranjang rumah sakit.

Kok bisa begitu? Ya.. karena ketika kita makan terlalu kenyang dan memperturutkan diri untuk bermalasan tidur ba’da makan, maka olahan karbonhidrat yang menjadi glukosa yang sejatinya sebagai bahan bakar energi kita akan mengendap bertumpuk tak terpakai. Apa akibatnya? Semakin menumpuk bahan bakar glukosa, maka pada titik kulminasinya akan menjadi penyakit yang biasa disebut sebagai penyakit gula, kencing manis, diabetes milletus.

Penyakit ini bisa mengasingkan kita dari kebiasaan manusia. Kita akan menjadi manusia seje dewe. Sebagai pengidap diabetes tentunya manusia tidak bebas memakan beras yang kandungan karbonhidratnya tinggi, ia harus cari beras yang berlabel For Diabetic. Untuk minum juga ia harus mencari gula yang special. Pokoknya semuanya harus berbeda dari manusia sehat.

Survei ku sementara mengatakan bahwa sangat jarang petani sejati yang terkena penyakit kencing manis ini. Karena petani tiap pagi mengeluarkan keringat di bawah terik matahari. Ia benar-benar menjadi manusia manfaat. Ia tidak mau dikatakan sebagai sahabatnya setan, karena telah mubadzirkan tumpukan energi glukosa tanpa dipakai untuk kerja keras. Saya tidak mau mengatakan bahwa orang yang terkena penyakit kencing manis sebagai pemalas, tetapi biasanya ia jarang melakukan aktifitas yang memeras keringat. Mungkin kerjaannya terkait dengan kerja otak.

Kita sangat bersyukur seandainya hari ini kita semua masih diberi anugerah snut-snut sakit gigi, karena ekspresi cinta Allah tidak mesti dengan anugerah kenikmatan-kenikmatan versi manusia, karena kenikmatan-kenikmatan itu telah terbukti melalaikan manusia untuk mengingat Tuhannya. Alquran sendiri mengajarkan bahwa apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, dan apa yang baik menurut Allah sudah tentu baik bagi kita, tapi kita sering tak menyadarinya.

Bagaimana Allah menegur kita, sebagaimana cerita dua tukang batu yang bekerja di bangunan bertingkat. Yang satu di atas dan temannya di bawah. Tukang batu yang di atas ingin memperingatkan agar temannya menyingkir, karena sebentar lagi bongkahan batu semen akan dijatuhkan. Tapi, teriakan peringatannya itu tak di dengar telinga temannya yang lagi sibuk di bawah. Sekali lagi ia berteriak, tapi tiada respon sama sekali. Karena suaranya semakin serak, maka tukang batu memutuskan untuk melemparkan kerikil ke arah temannya. Mendadak teman itu menoleh ke atas karena ada sengatan kerikil yang menyentuhnya. Langsung tukang batu memberi aba-aba agar ia menyingkir supaya tidak tertimbun bongkahan yang besar.

Rasa cinta Allah mengekspresikan teguran yang kadang sedikit terasa sakit, tetapi bertujuan agar kita mempunyai investasi kesehatan masa depan, investasi umur panjang. Kita harus rela sedikit sakit terkena lemparan kerikil untuk menghindari timbunan bongkahan batu yang mematikan. Dan tanpa sentuhan kerikil kadang manusia tak mau mendongak ke atas mengingat Tuhannya. Manusia sebagaimana tabiatnya menus-menus kakean dosa lebih mudah sadar dengan peringatan yang menyakitkan daripada limpahan nikmat yang sering melalaikan.

Alhamdulillah Aku jadi Tukang Sampah

Seandainya saya di masyarakat sekarang menjadi tukang sampah. Maka sudah sepatutnya berbangga hati, karena saya sekarang sebagai pelopor dawuh kanjeng Nabi “kebersihan adalah bagian dari Iman”. Kalau ada seorang Kiai tidak terima atas kepeloporanku dengan alasan karena beliau yang lebih tahu tentang dalil kebersihan dan beliaulah yang sering menyampaikannya di pengajian-pengajian, maka itu salah. Karena kualitas manusia dilihat dari kerja kerasnya dan manfaatnya atas orang lain, bukan anjuran yang tak bisa dilaksanakan, karena akan berbuntut menjadi hamba yang dibenci. Amat besar kebencian Allah kepada orang yang bisa ngomong dan tak bisa melakukannya.

Aku justru menjadi heran, karena kenapa Pesantren yang menjadi pelataran rumah ajaran Islam justru sebagai biang kerok kejorokan dan kekotoran. Mungkin karena sebagian ajaran agama salah diajarkan. Contoh kecil saja, kalau seandainya thaharah diajarkan tidak hanya sebagai bersuci, tetapi sebagai kebersihan, maka santri akan mementingkan aktivitas kebersihan: pemilahan sampah, daur ulang sampah, pemanfaatan sampah, daripada sekedar bersuci: berwudlu, mandi, istinja.

Walaupun masyarakat tak begitu menghargai pekerjaan saya, aku tetap berbangga karena atas kehadirankulah manusia sekampung tidak jadi menanggung dosa. Menurutku pengolahan sampah adalah bagian dari fardlu kifayat yang seharusnya ditanggung tiap orang sekampung. Dalam pengertian sebenarnya, setiap orang kampung harus mempunyai andil dalam urusan fardlu kifayat ini, bukan saling menjagakan. Tetapi orang-orang hanya saling njagaake kepada yang lainnya, maka aku rela untuk mewakili dan memikul tanggung jawab kifayat manusia sekampung, minimal se RT. Bukankah itu pekerjaan mulia dan unik, karena satu kampong hanya saya yang berprofesi sebagai pendulang sampah, tak ada saingannya.

Aku harus berbangga, karena dengan begitu, pada masa mendatang aku mempunyai investasi jawaban atas pertanyaan malaikat kubur, yang tega menanyakan siapa saudaramu? Aku tentu bisa menjawab dengan perbuatanku dan pengabdianku kepada tetangga-tetangga untuk menyiangi sampah yang saban hari menghias di setiap pelataran rumah warga. Aku akan mejawab “orang Islam laki-laki dan perempuan adalah saudaraku” buktinya “setiap hari akulah yang membersihkan perkampungan Paesan dengan cucuran keringat dan keikhlasan, itulah ekspresi rasa cintaku kepada mereka.” Maka aku akan balik bertanya kepada malaikat, “bagaimana dengan ekspresi rasa cintamu kepada saudaramu, apa yang sudah kau lakukan?”

Satpam = Mukmin

Seandainya aku sekarang menjadi seorang satpam, maka itu adalah pekerjaan anugerah yang tiap kali harus aku syukuri. Gelarku saja oleh Allah diberi nama khusus sebagai mukmin yang mempunyai kesejatian makna: bukan sekadar orang yang beriman, tetapi orang yang menebarkan keamanan. Buktinya orang-orang tak ragu lagi untuk mempercayaiku menjaga tumpukan uang di bank. Orang mempercayaiku sebagai penjaga keamanan di rumah sakit, perumahan, kantor-kantor. Intinya orang bisa berlega hati, karena kehadiranku. Orang bisa merasa aman karena kawalanku.

Akulah seorang mukmin sejati. Karena hakekat keimanan seseorang itu diukur dari perbuatan, ucapannya yang bisa memberi keselamatan dan rasa aman kepada orang sekelilingnya. Banyak orang mengaku beriman tetapi dia tidak mukmin karena kehadirannya membawa keresahan bagi orang lain. Jadi pekerjaanku sebagai satpam bukan bertujuan untuk sekedar menunggu gaji ditiap bulannya, tetapi pekerjaan ini adalah amanat Allah yang sedikit orang mempunyai kesempatan untuk memikulnya.

Pemulung Pekerjaan Mulia

Sendainya aku sekarang sebagai pemulung, maka aku tiap kali akan bersujud syukur kepada Allah, karena pekerjaanku sangat mulia. Di saat dunia semakin panas, dan para ilmuan lingkungan menganjurkan kita untuk mendaur ulang barang-barang, agar tidak terjadi polusi dan pemborosan-pemborosan, maka akulah salah satu orang yang dipersilahkan oleh Allah untuk ikut andil dalam bagian usaha perbaikan saving earth itu.

Aku sangat bangga menjalani profesi ini. Karena plastic yang rencananya akan menjadi bagian dari polutan tanah, menjadi batal karena ikhtiarku menjumputinya. Gudang-gudang tumah tangga yang dipenuhi barang-barang apkiran dipasrahkan kepadaku agar aku membersihkannya, maka usaha itu bagiku sangat mulia, karena aku terlibat dalam usaha agama, agar diantara manusia tidak menumpuk-numpuk hartanya yang berupa barang-barang, entah itu elekttonik dan lainnya.

Kalau perusahaan-perusahaan mengatur waktu kerja atau shift karyawan dengan ketat, maka aku bisa bekerja kapan saja, seikhlasku dan sekeras-keras kerjaku tanpa ikatan waktu dan aturan: aku harus begini dan begitu. Tanpa harus berseragam aku juga bisa membuat hidup menjadi lebih hidup, karena menyaku lembaran rupiah dari hasil keringatku.

Kalau orang resah butuh menyewa tempat untuk membuka lahan usahanya, mereka tambah resah lagi ketika melihat aksi satpol PP di pinggiran jalan kota menertibkan pedagang kakilima, maka aku tak akan pernah resah, karena lahan pekerjaanku seluas kaki ini malangkah, selebar bumi ini ku pijak.