Obyek Wisata Air Terjun Bajuin

Desa Sungai Bakar Kec.Bajuin Kab.Tanah Laut (10 Km dari kota Pelaihari)

Obyek Wisata Pantai Takisung

Desa Takisung Kec.Takisung Kab.Tanah Laut (22 Km dari kota Pelaihari)

Obyek Wisata Pantai Batakan

Desa Batakan Kec.Panyipatan Kab.Tanah Laut (40 Km dari kota Pelaihari)

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 26 September 2010

Terima kasih Musuhku …………

Manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial, yang katanya tidak bisa hidup sendirian. teman,kekasih,bahkan musuhpun dibutuhkan kehadirannya. Karena mereka mempunyai perannya masing-masing. Bisa dibayangkan kalau dalam kehidupan kita hanya dipenuhi oleh orang-orang yang senang dan pro dengan kita saja. mungkin tidak akan lama kita akan terjungkal, karena mabok bangga diri, atau akan bosan dengan sendirinya.

Penghasud, meskipun dalam lahirnya menjengkelkan, tapi dialah salah satu bahan bakar bagi semangat kita, hingga terus menyala, pendengki, di lain sisi harus kita singkirkan,namun dilain sisi dia mampu memberikan cahaya bagi jalan yang harus kita lalui.

Alloh tidak menciptakan fir’aun, abu jahal, abu lahab bukan tanpa maksud !
Tanpa fir’aun nabi Musa dan bani isra’el mungkin tidak akan pernah keluar dari negeri isra’el dan tidak akan menemukan bumi yang dijanjikan.

Tanpa saudara-saudaranya yang iri dengki, Nabi Yusuf mungkin tidak akan pernah diangkat jadi petinggi di kerajaan yang agung.

Tanpa musuh,tanpa ada orang-orang yang iri, dengki,mungkin kita tidak akan berada pada posisi saat ini.

Jumat, 24 September 2010

Bank Gaib

Uang gaib, bank gaib nampaknya tak akan sepi dari penggemar. Meski korban sudah banyak yang terkapar dan menangis pilu, masih saja ada yang mencoba peruntungan lewat jalur tengkorak ini. Korbannya, bukan hanya orang-orang miskin yang ingin cepat kaya dengan jalan pintas, juga bekas orang-orang kaya yang bangrut. Dan yang mencengangkan, barisan ini tidak melulu dipenuhi oleh orang bodoh, tidak sedikit yang terpelajar, bahkan seorang menteri di era Gus Dur juga kena di kibulin.

Ada yang menarik dari fenomena ini, kejadian atau fakta tersebut membuktikan, bahwa manusia ketika usaha lahir sudah dijalani, namun hasil tidak seperti yang diharapkan, maka sangat terbuka pintu kemungkinan-kemungkinan mempercayai yang gaib. tinggal kemana dan kepada siapa ia akan mengadukan semua nasibnya.

Seseorang yang dulunya tidak percaya dengan Tuhan, sewaktu diuji usahanya bangrut, isterinya selingkuh dan meninggalkannya, sementara hutang kian hari kian “gemuk” karena bunga terus beranak-pinak, mulailah ia memanggil-manggil ” Tuhan Tolonglah hambamu ini !” .

Orang yang awalnya tidak percaya dukun, akhirnya coba-coba percaya, karena hartanya ludes ditilep orang, dia sudah melapor ke pihak berwajib, namun pencarinnya sia-sia, mulailah ia menempuh jalur “gaib” dengan mendatangi paranormal, menanyakan ikhwal keberadaan si penipu.

Orang yang dulunya tidak senang dengan ziarah ke makam , bisa berbalik arah ketika harta bendanya habis, usahanya tumpul, bahkan ia menjadi “penghuni” hidup di kuburan-kuburan yang konon wingit dan ampuh buat ritual “pesugihan”, na’udzubillahi min dzalik.

Sangatlah beruntung orang-orang yang selalu menjadikan Alloh SWT, sebagai tempat meminta atas segala permohonan, hajat hidup dan kebutuhan kita. selalu mengingatnya bukan hanya saat genting (susah), tapi juga ketika masih jaya. Karena Dia Maha Kuasa, Maka Pengasih, yang tidak pilih kasih.

Kisah Sang Wali Anggur

Dalam kehidupan tak jarang kita dihadapkan dengan sebuah kenyataan yang pahit,dilematis dan serba salah. disatu sisi kita tahu itu salah, tapi disisi lain kita belum mampu untuk menghindar dari kesalahan itu, bahkan kadang kesalahan-kesalahan itu berulang-ulang kita lakukan. sungguh sangat menyakitkan memang ketika kita terjerumus kedalam jurang salah,sedangkan kita tahu itu harus dihindari, namun sisi manusia kita yang penuh dengan keterbatasan dan kelemahan seakan tiada daya menepisnya. tinggallah kita menyesalinya sepanjang malam, menangis memang tidak menyelesaikan masalah, menyesal saja bukan jawaban yang tepat. usaha yang sungguh-sungguh adalah langkah awal yang baik,walaupun ini bukan jaminan untuk sebuah keberhasilan, minimal andaipun kita gagal, kesungguhan kita tidak akan hilang sirna begitu saja,melainkan ia akan menjadi sebuah catatan tersendiri dihadapan Allah.

Dalam sebuah kisah, dahulu kala hiduplah seorang lelakis sebatang kara, tiada hari tanpa minuman yang memabukkan, hampir setiap malam ia habiskan separuh malamnya untuk minum-minum di sebuah bar kecil dipinggiran kota. pada suatu malam sebelum ia berangkat ke bar favoritnya, sambil memeriksa uang disaku celananya,ia bergumam

” Ya Allah ! sampai kapan Engkau akan uji hamba dalam kelalaian dan dosa ini? ” suaranya begitu lirih seakan ia hanya berbisik kepada dirinya sendiri.

” Apakah sampai ajal menjemput? ataukah sampai tenggorokanku hancur? ” kata-kata ini menjadi “ritual”nya setiap ia akan berangkat pergi minum

Sampailah ia di bar kecil, segera ia pesan anggur terbaik, dipilihnya sebuah meja yang paling ujung dan sepi, ia tenggak minumannya dengan perlahan, dinikmatinya setetes demi setetes, dalam setiap tegukan menghadirkan seribu rasa yang tak dapat dirasakan selain oleh dirinya.

Sepintas tak ada yang menarik dari lelaki tua ini, namun kalau diperhatikan dengan seksama, dibalik remang-remang cahaya bar terlihat air mata menetes dikedua pipinya. ada apakah gerangan dengan diri lelaki tua itu? peristiwa apakah yang menimpanya? sehingga dia menangis disela-sela mabuknya. 2 botol anggur telah ia habiskan, wajahnya pun memerah, mendadak ia bangkit, langkah gontainya menyeretnya keluar dari pintu bar, terus melangkah,hingga sampailah dia disebuah bangunan sederhana, ia pun masuk, dengan mata nanar ia masuk ke kamar mandi, suara air pun segera memecah kesunyian diujung malam itu. ternyata ia sedang mandi,cukup lama dia didalam kamar mandi itu.begitu keluar nampak wajahnya terlihat sudah lenyap pengaruh anggur yang diminumnya di bar tadi.

Diraihnya sajadah butut yang tersampir didinding diatas paku yang menyembul, ditaruhnya sajadah itu lurus kearah qiblat, sholat dua raka’at ia tunaikan, dalam sujud panjangnya ia menangis, kalimat yang sebelum berangkat ke bar sempat ia ucapkan kembali ia lafalkan bahkan sampai berkali-kali,sampai-sampai tak lagi dapat ia hitung.

” Ya Allah ! hamba sudah muak dengan dosa-dosa ini, hamba ingin sekali kembali kejalan-Mu, tapi mengapa setiap kali keinginan itu hadir, bukan insyaf yang hamba temui, tapi keinginan untuk mengulanginya kian menjerat hati dan pikiran hamba, apakah ini sebuah teguran dari-Mu? ataukah ini ujian dari-Mu? ataukah ini memang taqdir-Mu yang harus hamba terima?

” Apapun itu, hamba menerimanya dengan ikhlas ”

Separuh malam itu ia habiskan untuk meratap dan menyesali semua kesalahannya. meskipun esok malamnya ia seakan tak mampu menghentikan langkahnya untuk tidak ke bar lagi. ada satu yang menarik, ia tidak pernah menyalahkan Tuhannya,walau pun pertanyaan-pertanyaan selalu ia lantunkan, itu hanya sebatas kegundahan dan rasa penasaran atas apa yang sedang menimpanya. dirinya tak pernah merasa lebih berharga dari seekor hewan sekalipun, karena baginya, dirinya lebih rendah dari hewan, sebab hewan tidak mendapatkan taklif ( ketentuan syari’at ) yang mengatur kehidupannya, sedangkan dirinya? sudah jelas tahu dan paham akan semua norma-norma aturan syari’at, tapi ia langgar juga. dia selalu merasa hina dan tak bisa lepas dari kasih sayang Alloh, karena ia merasa seluruh ikhtiyar-usahanya menthok tanpa hasil,buktinya dia setiap malam masih asik bercumbu dengan anggur-anggurnya.jadilah ia diseparuh malamnya hanya bisa menangis, tanpa daya.

Dan malam ini ia merasakan suasana hatinya agak lain, seakan jawaban yang sudah sekian lama ia nanti akan segera tiba, tak ada yang tahu persisi apa yang terjadi malam itu, yang pasti pagi itu dirumahnya ramai berdatangan orang-orang yang kalau dilihat dari pakaiannya bukan orang satu kampung, ternyata, lelaki itu telah menghembuskan nafasnya yang terakhir. Inna Lillahi wa Inna ilaihi roji’un….. dan anehnya para pelayat itu datang entah dari mana,mereka secara bersama-sama menunaikan kewajiban atas mayatnya, memandikan,mengkafani,mensholati dan menguburkannya. dilihat dari cara pelayat ini mempraktekkan 4 kewajiban tersebut mereka rata-rata seorang yang paham betul dengan syari’at islam. konon mereka ini adalah min jumlatil aulia’.

lelaki pemabuk itu,do’anya telah dikabulkan Alloh,dosa-dosanya telah terampuni, dan derajadnya diangkat oleh Alloh. sebab dirinya menerima semua yang datang dari-Nya dengan ikhlash tanpa meninggalkan usaha untuk meninggalkan larangan-larangan-Nya meski dirinya masih belum sempat bisa.

kisah ini tentu akan menimbulkan kontroversi, terutama dalam tinjauan fikih dan tasawuf.

Ada satu nasihat dari seorang ulama ahli hikmah ” Ingkarilah perbuatan para ahli jadzab ( orang yang tertarik hatinya karena cintanya kepada Alloh sehingga sering disebut orang “gila karena Alloh”) karena boleh jadi ia melakukan dosa,karena ia tak kuasa menolaknya atau diluar sadarnya, sedangkan urusan dia dengan Alloh,serahkan saja kepada Alloh , biarkan Alloh yang menentukannya ”

Wallahu A’lam bisshawab

Jangan Menanggung Beban Dunia Diatas Pundak Anda !

Dikalangan orang-orang tertentu, telah meletus perang internal, yaitu perang yang tidak terjadi dimedan pertempuran, melainkan diatas tempat tidur, dikantor, atau dirumahnya sendiri. Perang mengakibatkan timbulnya borok atau naiknya tekanan darah. Segala sesuatu membuatnya menjadi frustasi; marah karena kenaikan harga-harga, gelisah karena banjir dan jengkel karena nilai mata uang jatuh dipasar valas. Apapun alasannya, selamanya ia akan merasa tersiksa.

“ Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras yang ditujukan kepada mereka “

( al munafiqun [63]:4 )

Nasihat saya kepada anda adalah sebagai berikut, “ janganlah menanggung beban dunia diatas pundak anda”. Biarkan saja dunia ini menanggung beban segala sesuatu yang sudah atau akan terjadi. Sebagian orang ada yang memiliki hati seperti spons ( busa ), hatinya menyerap segala macam kekeliruan dan kesalahan. Bahkan, ia terusik dengan hal yang paling remeh sekalipun. Hati yang demikian adalah hati yang diyakini dapat menghancurkan pemiliknya.

Orang yang berpegang teguh pada prinsip dan selalu berada dijalan yang benar tidak akan tergoyahkan oleh kesulitan. Malah sebaliknya, kesulitan akan membantunya memperkuat ketetapan hati dan keyakinannya. Hal ini berlaku sebaliknya, yaitu bagi orang-orang yang berhati lemah. Ketika mereka menghadapi kesengsaraan atau masalah, yang bertambah justru rasa takutnya sendiri.

Di saat malapetaka tiba, tidak ada yang lebih bermanfaat bagi diri anda selain memiliki hati yang berani. Orang yang memiliki hati seperti itu berarti memilii dirinya sendiri. Ia memiliki keyakinan yang kuat dan sel syaraf-syaraf yang tenang. Sedangkan disisi lain, si pengecut, di saat bagaimanapun akan berkai-kali membunuh dirinya sendiri dengan kekwatiran dan firasat malapetaka yang akan tiba. Oleh karena itu, jika anda menginginkan hidup yang stabil, hadapilah situasinya dengan penuh keberanian dan ketabahan.

“ Dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak ( meyakini kebenaran ayat-ayat Allah ) itu menggelisahkanmu “

( ar-rum [30];60 )

Bersikap tegaslah terhadap kondisi lingkungan anda dan hadapilah dengan berani angin malapetaka itu. Semoga kasih sayang Allah diturunkan kepada orang-orang yang hatinya lemah, karena betapa sering mereka terguncang oleh hal-hal yang paling sepele sekalipun.

“ Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba pada kehidupan ( dunia )”

( al- baqarah [2];18 )

Sedangkan bagi mereka yang tegar, mereka akan mendapatkan pertolongan Allah dan mereka tetap yakin akan janji-Nya.

“ Lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka “ Al-fath [48];18 )

Hati Dan Lidah

Suatu hari Luqman Al Hakim diperintahkan majikannya untuk menyembelih seekor kambing dan mengambil dagingnya yang terbaik untuk jamuan tamu. Luqman lalu membeli seekor kambing kemudian menyembelihnya dan mengambil lidah dan hatinya untuk dimasak dan disajikan kepada majikan dan tamunya. Melihat akan hal itu majikannya marah dan menegur.” Hai…bukankah tadi aku perintahkan untuk mengambil daging terbaik untuk jamuan para tamuku…???. Luqmanpun menjawab,”.. tidak ada daging yang terbaik kecuali lidah dan hati.”

Beberapa waktu kemudian majikannya memerintahkan kepadanya untuk menyembelih kambing kembali dan menyuruhnya untuk membuang daging yang terburu. Luqmanpun ke pasar untuk membeli kambing dan menyembelihnya, kemudian ia buang lidah dan hatinya. Melihat ulah luqman sang majikanpun kesal lalu berkata,” apa maksudmu wahai Luqman..??? Kemarin aku perintahkan untuk menyembelih kambing dan menghidangkan daging terbaik dan kau hanya menyuguhkan hati dan lidah, dan sekarang ketika aku menyuruh engkau untuk menyembelih kambing lagi dan memerintahkan kepadamu agar membuang daging terburuk dan yang kau buang adalah hati dan lidah….apakah kamu bermaksud mempermainkan aku…?

” Maafkan hamba tuan, akan tetapi apa yang hamba lakukan itu memang sudah sepatutnya, karena tidak ada daging yang terbaik kecuali lidah dan hati apabila digunakan untuk kebaikan dan tidak ada daging terburuk kecuali lidah dan hati kalau dibuat untuk keburukan.” Jawab Luqman dengan lugas.

Jagalah Lidah dari Bahaya-bahaya lisan dan jaga hati dari segala penyakit hati.

Menerima Kekurangan Pasangan Akan Berbuah Pahala

Ketika dua anak cucu adam sedang dimabuk cinta, semua yang ada pada pasangan adalah indah dan menarik. semua nampak mempesona, rasa ingin selalu disampingnya menyeret perasaan serta pikiran. singkat kata apapun yang dari dia adalah elok.

dalam pandangan kita saat itu dialah yang terbaik bagi kita, kasih sayangnya, perhatiannya, sungguh tiada tara, namun setelah akad nikah berlangsung, bulan madu pun sudah lewat, barulah muncul, sifat-sifat asli mulai nampak jelas, tak jarang sifat baik yang ditunjukkan waktu sebelum nikah sirna berganti dengan sifa sebaliknya, atau minimal ada sifat-sifat buruk dia yang tidak kita sukai, masih mending kalau itu hanya sifat-sifat yang tidak prinsipil, tapi jika perangai buruk itu berupa hal-hal prinsipil bisa sangat menyiksa.

memang tak ada manusia yang sempurna, dibalik sifat-sifat baiknya tentu ada juga sifat-sifat yang kurang kita senangi, inilah ujian, seorang suami yang shaleh kadang punya istri yang bertolak belakang, suaminya demen beramal shodaqoh,istrinya pelitnya minta ampun, atau sebaliknya.

bersabar menghadapi akhlaq yang tidak baik pasangan kita merupakan suatu amalan yang besar pahalanya.

Rasulullah SAW bersabda, ” Lelaki mana saja yang bersabar atas akhlaq jelek isterinya, Allah SWT akan memberikan pahala kepadanya seperti yang DIA berikan kepada Ayyub AS, karena kesabarannya atas bala’ yang menimpanya. Dan perempuan mana saja yang bersabar atas akhlaq buruk suaminya, Allah SWT akan memeberikan pahala kepadanya seperti yang DIA berikan kepada Aisyah binti Muza’im, istri fir’aun “. ( HR. Ath-Thabrani )

Sebagai penutup penulis teringat kisah tentang seseorang yang terkenal sebagai waliyullah, suatu hari sang waliyullah ini kedatangan seorang tamu, karena ada hal penting yang perlu penjelasan panjang lebar, sang tamu diminta menginap, pagi harinya sebelum tamunya pamit pulang, sang waliyullah ini mempersilahkannya untuk sarapan ala kadarnya. Sang wali pun masuk kedalam rumah mengambil nasi beserta lauk pauknya, samar-samar si tamu mendengar istri sang wali dengan nada kesal bicara sama suaminya ” abah ini bagaimana, sudah tahu nasinya sedikit koq mau diberikan tamu?” sang wali pun menjawab dengan suara lembut dan pelan sehingga si tamu tidak begitu jelas apa yang diucapkan sang wali.

Selesai sarapan pagi, si tamu berpamit hendak pulang, tapi karena penasaran dia memberanikan diri bertanya kepada sang wali perihal istrinya yang dalam pandangannya ” berani” dengan suaminya.

” Njenengan(anda ) kan seorang wali, yang do’anya mustajab, dimana-mana dihormati orang, bagaimana bias istri anda sikapnya demikian dengan njenengan? ” si tamu bertanya karena penasaran

Dengan didahukui senyumannya yang khas sang wali menjawab,

” justru karena sikap istri saya itulah yang menjadikan saya dianugerahi kelebihan seperti sekarang ini ”

” lho koq bisa? ” si tamu tambah penasaran

” saya menerima & bersabar dengan sikap istri saya seperti yang kamu ketahui tadi, dan karena kesabaran itulah Allah menganugerahi kelebihan kepadaku, mungkin kalau istriku tidak begitu, belum tentu saya memperoleh ladang amal kesabaran seperti sekarang ini “.

Si tamu pun akhirnya mafhum, jelas dengan jawaban sang waliyullah, dia pamit pulang, kata-kata terakhir dari sang wali yang masih berngiang ditelinganya ;

” jangan mengharapkan pasangan kita sempurna seperti yang kita inginkan, sebaliknya kita yang seharusnya menyesuaikan diri dengan segala kekurangannya, sebab tak ada manusia yang sempurna ”

Cobaan Hidup


Jauh sebelum manusia dilahirkan ke alam dunia, ia telah meneken perjanjian dengan Allah SWT, ” hai fulan, kamu nantinya akan diberi nama ini, kamu akan lahir sebagai anak dari si fulan dan fulanah “.

semua yang akan dilalui dalam kehidupannya sudah diperlihatkannya, sampailah pada penghujung pertanyaan Sang Kholiq, ” hai fulan …. apakah kamu menerima semua itu? apakah kamu siap lahir ke alam dunia dengan taqdir seperti yang Aku jelaskan?”

bakal manusia (ruh) itu menjawab ” ya… hamba siap !!!”

Saat Bayi Lahir

Alangkah kagetnya si bayi, begitu lahir dan menyaksikan alam dunia, kenyataan dunia jauh dari dugaannya, itulah sebabnya hampir semua bayi menangis ketika pertama kali lahir kedunia, dia terkejut, dalam bahasa yang sederhana, ia bergumam ” tahu dunia seperti ini, saya tidak akan mau lahir ke alam ini “.

Namun semua sudah terjadi, sementara kedua orang tua tersenyum bahagia, sang bayi meronta, menangis demi melihat betapa tidak mudahnya menjalani taqdirnya kelak yang telah ia sepaki dengan Rabb-nya.

Perjalanan Waktu Membuatnya Lupa

Masa kanak-kanak dilaluinya dengan sentuhan kasih sayang kedua orang tuanya, perlahan namun pasti perjalanan waktu menghantarakannya kepada suratan nasibnya, masa remaja pun berlalu dengan cepat, saat usia menginjak 23 tahun inilah saat ia menerima fakta yang sering tak sejalan dengan keinginannya. Cobaan demi cobaan silih berganti, bak ombak tiada kenal henti, cobaan satu belum usai cobaan yang lain sudah mengantre.

semakin bertambah usianya semakin banyak pula ujiannya, tak jarang cobaan-cobaan itu nyaris membuatnya putus asa. Keluh-kesah pun sering keluar dari mulutnya, ia bertanya-tanya, ” kenapa aku begini? apa salah dan dosaku? kenapa aku sering diuji?

Perjalanan sang waktu membuatnya lupa semua kesanggupan yang dulu pernah ia ucapkan. tapi dalam keadaan tertentu kadang dalam otak kita merasakan kalau yang sedang kita hadapi ini seakan pernah kita alami. itulah sebabnya kadang kita melakukan sesuatu, dan dalam pikiran kita terlintas sepertinya ini pernah kita alami sebelumnya. karena sesungguhnya apa yang kita alami sudah pernah kita ketahui, saat kita menerima kesanggupan dari taqdir-Nya.

Masihkanh kita mengeluh?

Masihkah kita bertanya-tanya, kenapa ini terjadi padaku?

Keterbatasan Itu Nikmat

Allah menciptakan manusia memiliki kelebihan disamping juga kekurangan. Keterbatasan pasti dimiliki oleh setiap manusia, namun demikian kekurangan atau keterbatasan bukanlah suatu aib, dalam kondisi tertentu kita harus mensyukuri keterbatasan yang melekat pada diri kita, karena Allah SWT menganugerahkan keterbatasan itu tentu ada hikmah dan manfaat bagi umat manusia.

Coba kita renungkan, panca indera kita !

Seandainya panca indera kita mempunyai kemampuan yang tanpa batas, apa jadinya kita? kalaulah telinga kita bisa mendengar apa saja, mampu menangkap suara yang jauhnya bermil-mil. tentu kita tidak akan tidur nyenyak karena telinga kita terganggu dengan bunyi pesawat terbang atau kereta api yang jaraknya jauh tapi ditangkap oleh pendengaran kita dengan jelas. Manusia akan lebih banyak bertikai sebab mereka tidak bisa berbisik-bisik lagi, meski pun jauh, masih bisa didengar oleh orang yang kita omongin.

Andai hidung kita sangat peka, bagaimana kita dapat menikmati makanan yang lezat, sedangkan hidung kita mencium aroma dari toilet diseberang jalan.

Lupa juga nikmat, kalau kita tidak dikasih sifat lupa, tentu rumah sakit jiwa akan penuh, sebab banyak orang yang stress memikirkan masalah-masalahnya, tanpa bisa istirahat. Ngantuk juga nikmat, kalau kita mampu terjaga selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu, tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi?

Dalam keterbatasan itulah sebenarnya isi.Keterbatasanlah yang membuat manusia saling membutuhkan. Kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Rahasia Do’a Mustajab

Do’a atau berdo’a tidak asing lagi bagi telinga kita. Hampir semua agama dan kepercayaan mengajarkan kepada pengikutnya untuk senantiasa bedo’a. sebab do’a adalah pengingat ketika keberhasilan dapat diraih,maka kita sadar itu merupakan karunia Alloh, jika kegagalan yang datang, maka do’a sebagai benteng dari putus asa, karena dari situ kita tahu betapa lemahnya kita,tanpa pertolongan-Nya mustahil kita mampu menjalani hidup ini.

Sebagian orang menggap do’a sebagai “pesugihan” yang halal, mungkin anda sudah mencari do’a manjur,do’a paling mujarab,do’a paling ampuh, atau juga mendatangi tempat berdo’a yang maqbul, mungkin juga sudah menyempatkan waktu untuk memasuki waktu mustajabnya do’a.

Pernahkah kita merasa kalau do’a kita ditolak oleh Alloh?

Berbagai do’a sudah dilantunkan, bermacam cara bahkan tidak jarang kita meluangkan waktu, mencari saat dan tempat yang konon mustajab untuk berdo’a, namun semua itu nyaris tidak membawa hasil, bahkan yang lebih tragis, nikmat yang kita harapkan malah laknat yang datang. Kehidupan yang layak, rejeki yang melimpah,isteri yang cantik,kendaraan mewah selalu kita panjatkan agar itu berpihak pada kita, namun bukannya mendekat, malah menjauh.

Rahasia do’a makbul

Setelah bertahun-tahun terombang-ambung diantara harapan dan putus asa, kadang pertanyaan- pertanyaan datang bertubi-tubi. Kenapa Alloh masih enggan mengabulkan do’aku? Apa salahku? Kurang apalagi? Puasa sudah,berdo’a sudah,beramal sudah, tapi koq masih begini saja.

Ada 3 tahapan yang harus kita lakukan agar do’a kita maqbul, bahkan dijamin pasti insya Alloh manjur ;

1. Syukur

Mungkin kita bertanya, hidup saja susah apa yang mau disyukuri? Inilah kesalahan kita. Coba kita renumgkan ! andai kita mempunyai anak, anak kita minta mobil-mobilan, karena kita sayang kita kasih, tapi anak itu lupa membawa pulang mainannya ketika bermain dengan kawan-kawannya. Hilanglah mainan itu. Keesokan harinya dia merengek minta dibelikan lagi,kita pun membelikannya, dan kejadian pertama terulang lagi. Lantas jika anak kita itu minta lagi apa jawab kita? Apa akan langsung membelikannya? Tentu kita akan marah bukan?

Memang Alloh tidak seperti kita, namun kita hendaknya tahu diri, bagaimana Alloh akan mengabulkan do’a kita jika nikmat yang sudah ada saja tidak pernah disyukuri, ini namanya tidak tahu berterima kasih.

Dan yang paling penting adalah ; do’a itu bisa di ijabah atau ditolak oleh Alloh, tapi syukur pasti akan diterima ( bagaimana syukur yang benar? akan dilanjutkan dalam tulisan berikutnya , insya Alloh).

Jika kita bersyukur, maka Alloh akan menambahi anugerah-Nya kepada kita tanpa kita minta sekalipun. Alloh berfirman ; “Jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” QS. An Nahl : 18.

2. Malu

Sepantasnya kita malu, mungkin kita tidak diberi harta lebih, tapi kita masih diberi akal, tangan, kaki dan yang lebih penting kita masih hidup, tapi kenikmatan2 itu sekan tidak berarti apa-apa bagi kita, kita mendefinisikan nikmat itu hanya berupa harta,tahta,wanita.

3. Istighfar

mohonlah ampun kepada Alloh, atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dengan sebenar-benarnya.

Insya Alloh dengan di awali dan dilandasi 3 hal tersebut do’a kita akan di kabulkan oleh Alloh. Dengan catatan semua itu dilakukan dengan benar tanpa direkayasa.

Kamis, 02 September 2010

Mengapa Laba-Laba Tidak Terjebak Dalam Jaringnya Sendiri?

Laba-laba, binatang ini terkait erat dengan kutu dan kalajengking. Ada sekitar 35.000 spesies yang diketahui, lebih dari 3.000 di antaranya tersebar di Amerika Serikat. Laba-laba hidup hampir di mana-mana, dalam tanah, di bawah batu, pada rumput, pada cabang pohon, di gua-gua, dan di atas air.

Laba-laba bukan serangga, meskipun mereka berasal dari filum hewan yang sama seperti serangga. Mereka berbeda dari serangga, yang membedakan di antaranya adalah laba-laba tidak memiliki sayap dan memiliki delapan, bukan enam kaki.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGO7yYM-LI6Nhif7NHk-YPl5uJrJZa_kQxqC15St0nw7jPqtgXQbuD4gHYOvqqalc4YvhVD-7RYuD5ZSZ03wlVv5SCFMpTaDdptat_eGup0mzIE7ZupXAM-ybkt5GwHxm2oMAFV_bTtDU/s400/laba-laba2.jpg
Laba-laba mempunyai delapan kaki, arachnida bertaring.
Berburu atau membagun sarang untuk menangkap mangsanya.

Laba-laba terkenal karena jaring sutra yang mereka pilin untuk menjebak mangsa mereka dan untuk gigitan berbisa mereka. Namun, tidak semua laba-laba memintal jaring dan walaupun sebagian besar spesies memiliki kelenjar racun, namun hanya beberapa spesies yang dapat meracuni manusia.

Di Amerika Serikat, laba-laba paling beracun adalah betina dari laba-laba black widow dan kedua jenis kelamin dari laba-laba brown recluse. Kebanyakan laba-laba membantu manusia dengan membunuh serangga berbahaya bagi hewan dan tanaman.


Proses Pembuatan Jaring Laba-laba

Laba-laba menghasilkan benang sutra menggunakan beberapa kelenjar yang terletak di ujung perut mereka. Setiap kelenjar memproduksi benang untuk tujuan khusus, misalnya jaring keselamatan, sutera lengket untuk menangkap mangsa atau sutra untuk membungkus. Tujuh jenis kelenjar yang berbeda saat ini telah diidentifikasi, Meskipun spesies tertentu dari laba-laba hanya memiliki beberapa jenis.

Kebanyakan laba-laba memiliki tiga pasang pemintal, masing-masing memiliki fungsi tersendiri, ada juga laba-laba dengan hanya satu pasang dan lainnya sebanyak empat pasang.

Jaring laba-laba memungkinkan untuk menangkap mangsa tanpa harus mengeluarkan energi dengan mengejar mangsa. Oleh karena itu merupakan metode yang efisien mengumpulkan makanan.

Namun, membangun jaring itu sendiri adalah proses yang melelahkan karena banyak protein yang diperlukan, dalam bentuk sutra. Selain itu, setelah waktu tertentu sutra akan kehilangan daya lengket dan dengan demikian menjadi tidak efisien untuk menangkap mangsanya.

Beberapa laba-laba terbiasa untuk memakan jaring mereka sendiri setiap harinya, untuk mengurangi beberapa energi yang digunakan dalam membuat sarang. Protein sutera dapat di daur ulang.

Kekuatan tarik dari sutra laba-laba lebih besar dari baja dan memiliki elastisitas yang jauh lebih besar. Secara mikro di dalam penelitian untuk aplikasi potensial dalam industri, termasuk rompi tahan peluru dan tendon buatan.

Para peneliti telah menggunakan rekayasa genetika mamalia untuk menghasilkan protein yang dibutuhkan untuk membuat bahan ini.

Dalam video berikut Anda dapat melihat laba-laba memintal jaring:









Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa serangga menempel jaring laba-laba? Tetapi laba-laba tidak?

Jaring Laba-Laba Tidak Semuanya Lengket

Sebagian besar di dalam jaring ada yang lengket dan lainnya tidak. Garis-garis radial di pada jarring laba-laba (baris yang terlihat seperti jari-jari yang keluar dari pusat jaring) tidak lengket.

Sedangkan jaring yang berbentuk spiral merupakan jaring lengket. Jika seekor serangga menyentuh jaring, ia akan terjebak pada bagian yang lengket itu, dan laba-laba segera menuju ke benang yang tidak lengket untuk memangsa serangga tersebut. Jadi laba-laba dapat menavigasi menggunakan jaring radial tanpa masalah.

Meskipun setiap laba-laba membuat beberapa jenis sutra, tidak semua jenis sutra adalah sama. Setidaknya ada enam atau tujuh jenis kelenjar sutra yang ditemukan pada laba-laba, dan masing-masing kelenjar membuat sendiri jenis sutra.

Sutra yang berbeda digunakan untuk jaring-sarang, pembungkus makanan, atau untuk membungkus sebuah kantung telur. Sutra laba-laba bisa lengket bisa tidak, tergantung pada apakah sedang digunakan untuk menangkap makanan atau tidak.









Bagaimana Laba-Laba Berjalan di Jaring

Laba-laba memiliki cakar khusus dalam ukuran kecil, yang memungkinkan mengambil untaian dari jaring laba-laba. Beberapa laba-laba memiliki dua atau tiga cakar pada ujung setiap kaki. Dengan cara ini, laba-laba dapat bergerak dengan cepat melalui jaring tanpa terjebak.

Dalam membuat jaring, salah satu cakar memiliki area khusus yang digunakan untuk mengaitkan untaian jaring. Laba-laba dapat menggunakan cakar khusus untuk berayun dari untaian ke untaian lainnya tanpa harus menyentuh bagian lengket dari jaring.

Oleh karena itu ketika laba-laba menyentuh jaring, tidak seperti lalat dengan sayap besar terjebak di sebuah untaian jaring lengket. Intinya kontak laba-laba pada untaian jaring tersebut sangat kecil. Bahkan jika menyentuh seuntai jaring lengket, jumlah perekat yang tersentuh sangat kecil dan karena itu mudah untuk dilepaskan.

Kaki Berbulu

Banyak laba-laba mempunyai gumpalan rambut pendek dan padat yang disebut scapulae terletak antara cakar. Akhir dari setiap rambut bercabang ke rambut-rambut kecil sedikit banyak mirip seperti sikat.

Rambut ini dapat menyerap kelembaban, membuat kaki laba-laba seperti diberi perekat. Dengan kaki ini laba-laba bisa berjalan melalui permukaan yang halus seperti kaca.

Kaki Bercakar

Dua cakar bergigi di ujung kaki laba-laba memungkinkannya untuk memegang permukaan jaring. Laba-laba memiliki cakar tengah ketiga yang dapat mengait jaring sutra dan memegang sutra dengan rambut berduri. memungkinkan laba-laba ini untuk memegang sutra dengan halus dan kering tanpa terjatuh atau tergelincir.


Beberapa ilmuwan juga berpikir bahwa laba-laba memiliki jenis minyak tertentu pada tubuhnya yang membantu menjaga jaring untuk tidak melekat ke tubuh laba-laba dan membantu untuk menghentikannya terjebak dalam jaring sendiri.

Namun jika mereka slip atau jatuh, mereka memang bisa jatuh ke dalam jebakan mereka sendiri (terjebak di web sendiri), namun hanya dalam beberapa kasus saja laba-laba dapat tergelincir.

Laba-laba juga bisa membedakan getaran di jaring yang dibuat oleh seekor lalat, serangga, sebuah tawon berbahaya, atau bahkan sesuatu yang tidak berguna, seperti daun atau ranting.